Risiko Penularan Tinggi, Ini Strategi Kelurahan Padangsambian Cegah Covid-19

0
6
Risiko Penularan Tinggi, Ini Strategi Kelurahan Padangsambian Cegah Covid-19
Luh Sri Uma Saraswati

Padangsambian, DENPOST.id

Guna mencegah penularan Covid-19 meluas, Satgas Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat gencar melakukan edukasi kepada masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan (prokes). ”Penanganan pandemi virus corona di wilayah Kelurahan Padangsambian secara umum tidak berbeda jauh dengan kelurahan/desa lainnya di Kota Denpasar. Masyarakat kami minta tetap mematuhi 3M yakni memakain masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar terhindar dari penularan virus corona,’’ kata Plt. Lurah Padangsambian Luh Sri Uma Saraswati, Senin (16/11/2020).

Namun, Sri Uma Saraswati mengakui pendisiplinan penerapan prokes di Kelurahan Padangsambian yang menaungi 21 banjar dinas ini lebih berat dari kelurahan/desa lainnya yang ada di Kota Denpasar. Pasalnya wilayah Kelurahan Padangsambian paling luas dan penduduknya cukup padat dengan heteroginitas tinggi. Kondisi ini memicu tingginya mobilitas penduduk, sehingga risiko penularan penularan covid-19 juga tinggi.

Baca juga :  Pemasangan Baliho Langgar Kesepakatan, Wandira Nilai KPU Beri Ruang

Guna memutus rantai penularan, Satgas Kelurahan Padangsambian bekerjasama dengan Satgas GR Covid-19 Desa Adat Padangsambian. ”Kami rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penularan virus corona. Satgas Kelurahan Padangsambian bersama Babinsa, Babinkamtibmas, kepala lingkungan (kaling) melakukan sosialisasi lebih persuasif menyasar tempat-tempat usaha karena berpotensi terjadi banyak orang datang,’’ paparnya.

Terkait pelaksanaan upacara adat, lanjut Sri Uma Saraswati, seluruh kaling dan kelian banjar terjun mengawasi di masing-masing wilayahnya. “Warga yang memiliki hajatan dan melaksanakan upacara sudah ada informasi masuk ke kelurahan melalui kaling dan kelian banjar. Saat upacara, yang hadir tidak boleh lebih dari standar yang diizinkan pemerintah yakni 25 orang.  Pengawasan juga terus dilakukan selama upacara, agar tidak ada klaster baru,’’ jelasnya.

Baca juga :  Warga ''Bengkung'', Pemkot Tutup Tiga Lapangan Publik

Satgas Kelurahan juga bekerjasama dengan satgas lingkungan yang membentuk satgas mandiri. Seperti di Buana Indah. Satgas mandiri yang dibentuk memiliki program rutin seperti melakukan penyeprotan disinfektan ke rumah warga yang terpapar virus corona. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini