Ingkar Janji, Yayasan Patria Usadha Diminta Kosongkan Aset Ini

0
8
Picsart 11 16 08.25.50
SEGEL ASET - Penyegelan aset umat dilakukan PHDI Jembrana bersama Yayasan Dharma Sentana selaku pengelola, Senin (16/11/2020).

Negara, DENPOST.id

Kegiatan penyegelan aset umat dilakukan
PHDI Jembrana bersama Yayasan Dharma Sentana selaku pengelola, Senin (16/11/2020). Penyegelan dilakukan dengan memasang spanduk permintaan pengosongan aset lahan dan bangunan di jalan Ngurah Rai, Negara.

Tindakan tegas ini dilakukan lantaran pihak Yayasan Patria Usada dinilai selama bertahun-tahun menyewa lahan, namun tidak memenuhi perjanjian dalam pengelolaan aset umat tersebut. Selain macetnya pembayaran sewa sesuai kesepakatan, sejumlah bagian bangunan justru disewakan ulang tanpa pemberitahuan ke Yayasan Dharma Sentana. Padahal dari keterangan beberapa pihak yang menyewa, uang sewa itu sudah diambil di depan.

Ketua Yayasan Dharma Sentana, I Wayan Mawa seusai pemasangan spanduk mengatakan selaku pihak yang diberikan tugas PHDI Jembrana untuk pengelolaan aset umat melakukan langkah tegas lantaran pihak penyewa (Yayasan Patria Usada) telah melanggar perjanjian.
Pihaknya sudah berupaya melakukan upaya negosiasi dengan Yayasan Patria Usada tetapi terus menemui jalan buntu. “Kami ketahui ketua yayasan itu, Pak Patriana Krisna, per Agustus kemarin sudah berada di Jembrana. Tetapi tidak ada penyelesaian,” jelasnya.

Baca juga :  Alami Pecah Ban, Avanza Seruduk Ini

Katena perjanjian tidak diikuti, Yayasan Dharma Sentana mengambil tindakan sepihak per tanggal 16 November 2020 memutus kontrak sewa. Mawa didampingi pengawas Yayasan Dharma Sentana, I Kade Sudiana merinci beberapa pasal dalam perjanjian yang dilanggar. Pertama, aset bangunan diulang sewakan tanpa sepengetahuan Yayasan Dharma Sentana. Bahkan dari pengakuan beberapa penyewa, sudah menyetor dana di depan dilengkapi kuitansi. Kedua, kewajiban pembayaran sewa lahan umat ini tidak dilakukan selama bertahun-tahun. Begitu juga sejumlah bagian bangunan diubah tanpa pemberitahuan ke Yayasan Dharma Sentana.

Baca juga :  Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jembrana Meningkat, 15 Pasien Dipulangkan

Karena perjanjian itu dilanggar, maka Yayasan Dharma Sentana secara sepihak memutus kontrak yang sejatinya berakhir hingga 2033 itu. “Nilai kontrak awal Rp61 juta per lima tahun dan setiap lima tahun naik 10 persen. Tetapi belum dibayarkan dan justru disewakan ulang tanpa sepengetahuan kami,” tegasnya.

Yayasan Dharma Sentana memberikan waktu hingga 26 November 2020 untuk pihak Yayasan Patria Usada mengosongkan lahan dan bangunan.

Baca juga :  Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid-19 di Jembrana Capai 75 Persen

Sementara Ketua PHDI Jembrana, I Komang Arsana yang juga turun menyaksikan pemasangan spanduk mengatakan aset PHDI ini dikelola Yayasan Dharma Sentana. Pihaknya sepenuhnya menyerahkan ke yayasan dan mengambil langkah agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Dari pengakuan beberapa pedagang dan dealer yang menyewa ke pihak Yayasan Patria Usada, telah menyetorkan uang sewa di depan untuk beberapa tahun. Nilainya beragam, ada yang Rp11 juta per tahun selama dua tahun, bahkan ada yang sudah lima tahun dengan nilai yang sama. Bahkan dilengkapi dengan kuitansi dan surat perjanjian dengan cap Yayasan Patria Usada. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini