Suastini Koster Ingatkan 3M dan 3B

0
4
Suastini Koster Ingatkan 3M dan 3B
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putu Putri Suastini Koster

Sumerta Klod, DENPOST.id

Mengetuktularkan penerapan protokol kesehatan (prokes) terus menjadi agenda Pemerintah Provinsi Bali. Ajakan itu juga disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putu Putri Suastini Koster, dalam dialognya “Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu 3M”, di Radio Dirgantara, Selasa (17/11/2020).

Dia mengingatkan agar masyarakat menerapkan “Pesan Ibu 3M”, yakni memakai masker kapanpun dan di manapun, mencuci tangan setiap saat dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dengan orang lain. Dia juga mengingatkan tentang 3B.

“3B yakni berdoa sebelum melaksanakan aktivitas, kemudian berupaya untuk beraktivitas dan berkreativitas karena ibu-ibu itu banyak memiliki inovasi serta jangan lupa untuk bersyukur, di mana kita selalu pandai mengambil hikmah di setiap musibah,” ujarnya.

Baca juga :  Transmisi Lokal Terus Tumbuh, Koster Tegaskan Pembelajaran Tetap dari Rumah

Masa pandemi covid-19 yang berlangsung hampir sembilan bulan telah meluluhlantakkan perekonomian masyarakat Bali yang sebagian besar mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Kondisi ini mengharuskan semua pihak beralih haluan dalam memenuhi kebutuhan dapur.

Tentang inovasi di tengah pandemi, dia mengajak kader PKK memanfaatkan halaman rumah menjadi HATINYA PKK yakni halaman/ taman asri, tenteram, indah dan nyaman yang bermanfaat dan menghasilkan bahan makanan pokok sehari-hari, seperti sayur, cabai, terong, tomat dan lainnya.

“Dengan begitu kita dapat mengembalikan pada fungsinya, yakni memenuhi kebutuhan dasar dalam pemenuhan pangan,” ujarnya. Di tengah pandemi, menurutnya memberi hikmah kepada ibu karena kembali merasakan fungsinya sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya, terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme yang dapat menghancurkan karakter anak-anak sebagai generasi penerus.

Baca juga :  KPK Minta Bali Tuntaskan Sertifikasi Aset

“Semakin kuat asuhan dan didikan kasih sayang seorang ibu akan menghasilkan karakter anak yang tangguh,  3 tahun pertama kita mendidik dan menjaga anak, 300 tahun generasi akan terawat,” tegasnya.

Menurutnya, siapa pun  harus tenang dalam menjalani dan menghadapi sesuatu yang sedang menghampiri hidup sebagai musibah dan cobaan hidup. “Seorang ibu jangan ikut panik dan menyerah dalam sebuah kondisi apapun, karena dalam keadaan tenang akan memunculkan ide-ide baru dalam menumbuhkan bakat terpendam. Contohnya saat pandemi covid-19 mewabah dan membuat sebagian besar perekonomian Bali terpukul, maka banyak sekali muncul bakat dari seorang perempuan/ ibu dalam upayanya meneruskan kehidupan,” ucap Putri Koster.

Baca juga :  Masuki Masa Pensiun, Rai Iswara Pamitan

Selain menaati 3M, seluruh masyarakat juga diharapkan mampu menghindari kerumunan dan keramaian. “Jika ada piodalan atau upacara yadnya, bukan piodalannya yang ditiadakan namun berusahalah untuk memberi ruang lebih lama bagi para pemedek untuk tangkil. Jika biasanya nyejer 3 hari, ya saat masa covid-19 bisa diperpanjang menjadi 5 hari agar tidak terjadi kerumunan pemedek,” sarannya.  (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini