Dishub Bangun Jalur Sepeda 25 Kilometer

0
3
Dishub Bangun Jalur Sepeda 25 Kilometer
JALUR SEPEDA – Dinas Perhubungan Kota Denpasar membangun jalur sepeda di sepanjang Jl. Cok Agung Tresna guna memberi kenyamanan dan keamanan.

Ubung, DENPOST.id

Guna menghindari kerumunan saat pandemi covid-19 dan memberikan rasa nyaman dan aman warga Denpasar berolahraga naik sepeda, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar membangun jalur sepeda sepanjang 21 kilometer. Jalur sepeda ini diintegrasikan dengan pusat keramaian dan objek wisata.

”Kami berkomitmen membangun transportasi berkelanjutan secara teknis yakni ada aspek ekonomi dan kesetaraan. Siapa pun warga datang ke Denpasar mampu mencapai tempat tujuan yang diinginkan karena sudah tersedia angkutan umum. Mengingat pembangunan jalur sepeda di Kota Denpasar merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar menuju kota sehat dan kota cerdas,’’ kata Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, didampingi Sekdis Ketut Darsana, Rabu (18/11/2020).

Baca juga :  Koster Mulai Kenalkan Paket Jaya-Wibawa

Sriawan mengungkapkan, selain ada angkutan umum juga memprioritaskan lingkungan sehingga polusi udara berkurang. Ditambah lagi intermoda untuk mengintegrasikan angkutan umum dengan bersepeda. Jalur sepeda dibuat untuk menghubungkan ke pusat-pusat yang ada kegiatan di Kota Denpasar. “Semester II tahun 2020 ini dibuat jalur sepeda sepanjang 21 kilometer dari Gedung Dharma-Alaya Denpasar menuju Jl. A. Yani Selatan-Jl. Maruti-Jl. Cokroaminoto-Jl. Sutomo-Jl. Gajah Mada. Di depan Pasar Badung ada tempat berhenti bus Metro Dewata sehingga terintegrasi,” terangnya.

Baca juga :  Pelanggaran Prokes Berfluktuasi, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin

Berikutnya dilanjutkan ke Jl. Kapten Agung, Jl. PB Sudirman. Jl. Cok Agung Tesna, Jl. Moh. Yamin, Jl. Raya Puputan Renon dan Jl. Hangtuah Sanur. Dari Sanur menghubungkan ke bundaran Renon, Jl. Dewi Sarika, Jl. Diponogoro, Jl. Hasanudin, Jl, Thamrin, Jl. Setiabudi, Jl. Cokroaminoto berhenti di terminal Ubung. Jalur bersepeda ini mengintegrasikan pusat keramaian dan objek wisata. ”Kami membuat jalur khusus sepeda menghubungkan pusat kegiatan seperti swalayan dan objek wisata agar masyarakat nyaman dan aman saat di jalan raya,’’ katanya. (103)

Baca juga :  Januari Hingga Mei, Gangguan Listrik Akibat Layang-layang Capai 37 Kasus

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini