Kepala TK Mengaku Dianiaya Wali Murid

0
5
Kepala TK Mengaku Dianiaya Wali Murid
KORBAN PENGANIAYAN - Kurnia Budhi Winarni (kiri) mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan wali murid. DENPOST.id/ist

Sanur, DENPOST.id

Kepala salah satu TK swasta di Denpasar, Kurnia Budhi Winarni, mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan wali murid. Perempuan berusia 53 tahun itu dianiaya gara-gara menahan rapor siswa yang menunggak bayar SPP.

Menurut Winarni, penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (12/7/2020) di TK yang berlokasi di Jalan Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan. Saat itu, Winarni yang menjabat kepala sekolah akan membagikan rapor untuk siswa TK dan PAUD. “Saya didatangi Ketua Yayasan, yang menyerahkan nama-nama anak yang belum melunasi SPP. Dan, dia meminta anak yang belum bayar agar rapornya dipisah dan diberikan kepada ketua yayasan,” ungkapnya, Rabu (18/11/2020), saat ditemui di Jalan Diponegoro, Denpasar.

Baca juga :  Covid-19 Masuk Pemprov Bali, PNS Diminta Waspada

Saat pengambilan rapor, datang wali murid berinisial FU yang akan mengambil rapor. Karena anaknya belum membayar SPP hingga bulan Juni sebesar Rp 1 juta, Winarni mengarahkan agar FU menemui ketua yayasan. Tidak terima, FU dan suaminya lalu mulai membuat kericuhan. “Dia datang sambil teriak-teriak. Wajah saya dituding oleh suami FU sambil terus teriak dan merekam menggunakan HP,” jelas Winarni.

Puncaknya, FU memukul kepala Winarni di hadapan guru dan pengurus yayasan. “Saat itu saya merasa pusing dan dibawa ke dalam kantor. Sementara FU dan suaminya masih teriak-teriak di luar,” ujar Winarni.

Baca juga :  Dokter Diduga Terinfeksi Covid-19 di Sanglah, Begini Faktanya

Bukannya dibela pihak yayasan, berselang beberapa jam dari aksi penganiayaan tersebut, Winarni langsung diberhentikan sebagai kepala sekolah dengan alasan tidak cocok. “Setelah itu saya periksa ke dokter karena terus pusing. Hasilnya, akibat pukulan tersebut saya mengalami kelemahan syaraf dan ada titik putih di pelipis,” kata Winarni.

Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan pada Senin (15/7/2020). Hasil penyidikan, pelaku berinisial FU lalu ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal penganiayaan. Meski sudah menyandang status tersangka, namun sampai saat ini FU masih bebas berkeliaran dan kasusnya jalan di tempat. “Malah ada intervensi dari beberapa pihak supaya kasus ini berakhir damai,” ujar Winarni yang berharap bisa mendapatkan keadilan.

Baca juga :  Satpol PP Amankan Lima Anak Punk

Terkait kasus tersebut, Kanit Reskrim Polsek Densel, Iptu Handimastika, saat dimintai konfirmasi terkait peristiwa itu memilih irit bicara. Dia mengatakan masih melakukan pengecekan. “Saya cek dulu ya,” ucapnya singkat. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini