Sidak Duktang, Tim Yustisi Jaring 8 Warga Jember di Nusa Penida

0
4
Sidak Duktang, Tim Yustisi Jaring 8 Warga Jember di Nusa Penida
DUKTANG - Petugas melakukan sidak duktang di Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung, Rabu (18/11/2020).

Semarapura, DENPOST.id

Pandemi covid-19 tak menyurutkan semangat tim yustisi di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung menertibkan penduduk pendatang (duktang). Rabu (18/11/2020), tim yustisi kembali turun melakukan sidak duktang di Desa Batununggul. Hasilnya, ada 8 warga Jember, Jawa Timur yang terjaring lantaran surat tanda lapor dirinya sudah kedaluwarsa.

Kasi Tramtib Kecamatan Nusa Penida, I Dewa Nyoman Sujana, mengatakan, sidak duktang di Desa Batununggul dilakukan untuk  menertibkan dan memantau keberadaan masyarakat terutama warga pendatang. Apalagi sejak pelabuhan dibuka dan tidak perlu surat keterangan rapid test, mobilisasi penduduk yang datang dan keluar dari Nusa Penida cukup tinggi.

Baca juga :  Puluhan Anggota Babinsa di Klungkung Juga Diuji Usap

“Sidak ini juga sejalan dengan Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan,” kata Sujana.

Menurut Sujana, petugas tramtib di Kecamatan Nusa Penida juga melibatkan anggota Bhabinkantibmas dan Babinsa dalam sidang duktang.

“Karena surat tanda lapor diri 8 duktang sudah tidak berlaku, jadi kami sarankan mereka untuk segera melengkapi administrasinya,” terangnya.

 

Menurut Sujana, 8 duktang tersebut diketahui  bekerja di Nusa Penida sebagai buruh bangunan di Br. Mentigi, Desa Batununggul. Selama tinggal di Nusa Penida, mereka tinggal sementara atau ngekos di Banjar Sampalan. Namun dengan adanya persoalan tersebut, Sujana mengaku sudah memberitahu pemilik proyek  agar selalu melaporkan pekerjanya di kantor desa setempat.

Baca juga :  Penutupan Operasional Boat Cepat di Klungkung Berlanjut

Camat Nusa Penida, I Komang Widyasa Putra, menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada warga pendatang agar  memiliki tujuan yang jelas dan mengantongi administrasi yang lengkap jika datang ke Nusa Penida. “Kita tetap memberikan pengawasan yang ketat terhadap warga khususnya pendatang yang tidak melengkapi indentitas dan tujuan yang jelas. Jika sampai kita menemukan hal itu maka kita kembalikan daerah asalnya, “ tegasnya. (119)

Baca juga :  Terjaring Balapan Liar, Begini Hukumannya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini