Sekolah Swasta Berharap Bantuan Konsisten, Disdikpora Sebut Tak Pandang Bulu

0
4
Sekolah Swasta Berharap Bantuan Konsisten, Disdikpora Sebut Tak Pandang Bulu
FGD - Focus Group Discussion (FGD) "Tanggap Covid-19" yang digelar Kelompok Media BaliPost di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar, Rabu (18/11/2020).

Dauh Puri, DENPOST.id

Dalam merawat mutu pendidikan di tengah pandemi covid-19, para pengelola sekolah swasta berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan berupa biaya pendidikan secara konsisten. Bukan saja kepada siswa, bantuan serupa juga diharapkan dapat disalurkan kepada guru.

Itu dikatakan Ketua PGRI daerah Bali, Komang Arta Saputra, dalam Focus Group Discussion “Tanggap Covid-19” yang digelar Kelompok Media BaliPost di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar, Rabu (18/11/2020). Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa dan Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia Denpasar, Nyoman Muditha.

“Ujung tombak pembelajaran di tengah pandemi ini tentu tidak lepas dari perhatian (pemerintah). Harapan kami, pemerintah tidak hanya memastikan pembelajaran berjalan, tapi juga memberi perhatian kepada para guru, terutama guru honorer, mungkin bisa memberi bantuan tunai,” ucapnya.

Baca juga :  Hindari Kisruh, Disdikpora Denpasar Akan Terapkan Sistem ini pada PPDB 2020

Namun dia turut mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Bali yang telah menyalurkan bantuan dengan nilai yang menurutnya cukup besar, kepada guru berstatus aparatur sipil negara maupun honorer. Dia berharap Pemerintah Provinsi Bali secara konsisten mendata para penerima bantuan, sehingga merata.

“Yang paling terasa itu di sekolah swasta. Pemda juga sudah memberi bantuan kepada siswa swasta pada Mei, Juni dan Juli. Dampaknya sekolah bisa memberi gaji kepada guru. Kami berharap bisa dibantu lagi, agar guru termotivasi kreatif dan berinovasi dalam mengajar,” imbuhnya.

Baca juga :  Penuhi Panggilan Polda Bali, Ini Kata Jerinx SID

Harapan serupa diungkapkan Ketua AKSI Denpasar, Nyoman Muditha. Dia berharap pemerintah dapat memberi bantuan berupa biaya kuota untuk guru dan siswa. “Sekarang sudah dibantu, kami harap semoga dilanjutkan,” tambahnya.

Harapan tersebut diamini I Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa. Dia menyebut Pemerintah telah memetakan penyaluran bantuan, termasuk pada tahun 2021 mendatang. Kepada masyarakat, khususnya para ortu, dia berpesan bahwa Pemerintah telah berupaya memenuhi hak anak untuk mendapatkan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, dia menyebut pembelajaran tetap berlangsung sesuai dengan kalender pendidikan, hanya saja pola pembelajaran merujuk protokol kesehatan.

“Ada jejak digital, setiap proses pembelajaran sudah dipantau, guru di setiap satuan pendidikan laporan tiap hari. Kami ucapkan terima kasih kepada para guru yang telah menyesuaikan diri saat pandemi,” terangnya.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

Boy menyadari, pola pembelajaran berbasis dalam jaringan membutuhkan waktu untuk dibiasakan. Namun dia yakin, berkat usaha sekolah, guru dan para orangtua, pembelajaran ini dapat berjalan efektif. “Pembelajaran tahun ini kami tetap evaluasi, kalau ada kekurangan, kami evaluasi,” imbuhnya.

Salah satu evaluasinya, siswa jenjang SD, SMP tetap mendapat bantuan. Hal itu, kata dia, menandakan bahwa bantuan pemerintah tidak pandang bulu. “Dari kewenangan, Provinsi adalah SMA, SMK, SLB. Tapi oleh Gubernur, SD, SMP hingga Perguruan Tinggi dapat bantuan dari APBD Provinsi Bali. Ini harus menjadi catatan,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini