Jual Arak, Lima Orang Ditipiring

0
4
Picsart 11 18 07.22.10
SIDANG TIPIRING - Sidang tindak pidana ringan di PN Gianyar, Rabu (18/11/2020).

Gianyar, DENPOST.id

Lima orang penjual minuman keras jenis arak menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Rabu (18/11/2020). Lima orang yang menjalani sidang tipiring masing-masing Wayan Sukartana, Wayan Rena, Ida Bagus Putu Suarbawa, Wayan Duta dan Ni Nyoman Lipet.

Sidang dipimpian Hakim Wawan Edi Prasetyo, S.H. Selain menghadirkan lima orang pedagang arak, dalam sidang juga dibawa barang bukti berupa miras arak dalam kemasan. Dalam sidang terungkap, mereka berjualan arak karena masalah ekonomi saat pandemi Covid-19 ini. Bahkan mereka sebelumnya ada yang bekerja di pariwisata, namun karena dirumahkan dan karena tuntutan ekonomi terpaksa menjual miras untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga :  Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor di Gianyar

Hakim Sidang Tipiring, Wawan Edi Prasetyo menanyakan kepada salah satu terdakwa, Wayan Sukartana mengapa berjualan arak?. Dijawab karena turis sepi, sehingga dia memilih berjualan arak sejak dirumahkan sebagai sopir pariwisata.

Sebagai penegak hukum, Wawan pun berharap adanya sebuah sosialisasi terkait Pergub dengan legalitas arak tersebut. “Ini semestinya dilakukan pembinaan, pengawasan dan pendampingan terlebih dulu. Penegak hukum harus bisa menjaga kepantasan dan keadilan dalam sidang,” kata Wawan Edi Prasetyo.

Baca juga :  Kerumunan Insiden Bade Roboh, GTPP Covid-19 Gianyar Belum Terima Ini

Dalam persidangan tersebut, kelima terdakwa mengakui dan menyadari kesalahannya. Mereka pun dikenakan denda Rp15 ribu dan biaya perkara Rp5 ribu.

Wawan menambahkan meskipun para terdakwa memang salah dalam penjualan arak, semestinya ada pendampingan maupun sosialisasi terlebih dahulu. Sebab yang diketahui masyarakat saat ini arak legal di Bali sesuai arahan Gubernur.
“Memang dalam Pergub tersebut ada batasan- batasannya. Salah satunya dilarang dijualbelikan kepada anak-anak, di tempat olah raga, tempat keagamaan dan harus berlebel. Ada beberapa prosedurnya tetapi semestinya ada sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kebuntuan,” harapnya. (116)

Baca juga :  Lakukan Adegan Tak Senonoh di Beji, Warga Amankan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini