Antisipasi Lonjakan Kasus, GTPP Covid-19 Denpasar Rancang Langkah Ini

0
4
Picsart 11 18 07.24.01
RAPAT EVALUASI - Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar didampingi Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Made Toya yang juga Pj. Sekda Kota Denpasar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Rabu (18/11/2020).

Dauh Puri Kaja, DENPOST.id

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar kembali menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama jajaran internal, Rabu (18/11/2020). Rapat yang dilaksanakan sebagai upaya mengantisipasi adanya lonjakan kasus ini, dipimpin Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar didampingi Pj. Sekda Kota Denpasar, Made Toya yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar.

Pelaksanaan rapat evaluasi diawali dengan pemaparan kondisi terkini penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Dilanjutkan dengan arahan Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar sebagai upaya mendukung pencegahan penularan, menekan angka kematian, serta meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19. Guna memaksimalkan upaya tersebut, GTPP Covid-19 Kota Denpasar tengah merancang langkah taktis.

Baca juga :  Selama Covid-19, Pengaduan Soal Ketimpangan BLT Mendominasi

“Memang saat ini perkembangan Covid-19 di Kota Denpasar cenderung bergerak fluktuatif, sehingga kita tidak boleh lengah. Saat ini, GTPP bersama seluruh jajaran hingga lapisan terbawah merancang langkah taktis sebagai upaya untuk fokus menekan angka penularan, menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien,” ujar Rai Dharmawijaya Mantra.

Lebih lanjut dijelaskan Rai Dharmawijaya Mantra, menyikapi kondisi ini ada beberapa langkah yang sudah dan akan ditempuh, yakni menggencarkan dan memaksimalkan penerapan 3 T (Test, Tracing dan Treatment). Penerapan ini juga sejalan dengan arahan Satgas Covid-19 Nasional sebagai upaya percepatan penanganan dan pencegahan penularan Covid-19. Selain itu, penegakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan akan semakin digencarkan di daerah dengan tingkat penyebaran kasus yang tidak terkendali.

Baca juga :  71 Penghuni Gang Tegalwangi Rapid Test, Begini Hasilnya

Sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu. “Tentunya juga kami berharap kepada tokoh-tokoh masyarakat agar ikut andil menjadi panutan dalam penerapan 3 M atau disiplin penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” kata Rai Dharmawijaya Mantra.

Selain itu, Pj. Sekda Kota Denpasar, Made Toya yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar menambahkan GTPP juga mewanti-wanti masyarakat yang hendak melaksanakan upacara adat dan keagamaan. Di mana, GTPP pada prinsipnya tidak melarang pelaksanaan upacara adat dan keagamaan, namun demikian pelaksanaan wajib menerapkan disiplin protokol kesehatan, sehingga pelaksanaan upacara adat dan keagamaan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Baca juga :  Bendesa Pun Ikut Lomba Pidato Bahasa Bali

“Lakukan 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak), hindari 3 R (ramai-ramai, rumpi-rumpi dan ruang sempit). Jadi ini merupakan upaya untuk menekan penularan yang bermuara pada menurunnya kasus secara komulatif,” ucap Toya. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini