Undiksha Edukasi Covid-19 dan Prokes ke Perajin Uang Kepeng Taksu Agung

0
13
Undiksha Edukasi Covid-19 dan Prokes  ke Perajin Uang Kepeng Taksu Agung
IKUTI PROKES - Para perajin industri kreatif berbasis uang kepeng Taksu Agung di Desa Kamasan, Klungkung, yang mengikuti prokes covid-19 dalam bekerja. (DenPost/ist)

PANDEMI covid-19 berdampak pada segala sektor. Tdak saja pada sektor pariwisata tapi juga termasuk UKM yang bergerak di bidang kerajinan. Dampak covid-19 pada UKM ini dapat dilihat dari rendahnya produktivitas. Demikian juga halnya dengan UKM Taksu Agung yang dikelola I Gede Surya Atmaja di Desa Kamasan, Klungkung, yang selama ini memproduksi uang kepeng panca datu dan produk kreatif berbasis uang kepeng.

UKM ini mengalami penurunan produktivitas lebih dari 50%, baik dari produksi dan penjualan. Penurunan produksi disebabkan rendahnya atau lesunya permintaan uang kepeng. Sebelum covid-19, banyak wisatawan yang membeli produk kreatif uang kepeng, tapi saat covid-19 ini tidak ada. Pesanan uang kepeng hanya berasal dari masyarakat Bali untuk kepentingan upacara. Ini pun terbatas.
Untuk menjaga produktivitas agar tidak lebih terpuruk, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), melalui program pengabdian kepada masyarakat tahun ini, melakukan pembinaan dan edukasi mengenai covid-19 serta protokol kesehatan (prokes) kepada pengerajin yang bergabung dalam UKM Taksu Agung. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak langsung covid-19 bagi para pekerja, sehingga mereka tetap sehat, terhindar dari covid-19, serta bekerja sebagai mana mestinya. Dalam kesempatan ini UKM Taksu Agung diberikan beberapa fasilitas dan alat perlindung diri (APD) untuk mencegah penularan covid-19 di antara sesama para pekerja yang meliputi exhaust fan, tempat cuci tangan, sabun cuci tangan, tisu, kacamata, pelindung muka (face shield), dan hand sanitizer.

Pemahaman tentang penyebab covid-19, gejala penyakit (symptoms) dan cara pencegahannya, memang sangat penting. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Drs. I Wayan Muderawan, M.S., Ph.D. Dia memberi edukasi tentang covid-19, penyebab dan gejala penyakit, prokes mengenai covid-19 dan hand sanitizer. Sampai saat ini belum ada obat antivirus dan vaksin yang disetujui penggunaannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Karena itu satu-satunya cara untuk mencegah penularan covid-19 yakni manajemen kesehatan: mengikuti prokes covid-19, menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga dan makan makanan yang sehat.

Baca juga :  Empat Orang di Klungkung Dalam Pemantauan

Para perajin diberikan pemahaman tentang pandemi covid-19, prokes mengenai covid-19 yang harus dipatuhi, dan cara penggunaan APD. UKM  juga dilengkapi tempat cuci tangan, air, sabun, tisu dan APD.

Sedangkan APD yang diberikan termasuk masker, kacamata, pelindung muka (face shield), slop tangan dan hand sanitizer alami. Para perajin juga diberikan sembako.

Nara sumber lainnya adalah Prof. Dr. I Wayan Rai, M.S. yang memberikan materi tentang kesehatan mental dan pentingnya kesehatan mental dalam kondisi pandemi covid-19. Menurut Prof.Rai, pandemi covid-19 merupakan krisis global yang mengancam kesehatan masyarakat secara fisik maupun secara mental. Banyak berita yang diterima masyarakat sehingga mereka cemas akan diri mereka. Bahkan stres akibat isolasi sosial selama lockdown atau PSBB. Kesehatan mental dan mengelola pikiran sangat penting sehingga kita tidak panik, depresi dan stres dalam kondisi pandemi seperti ini. Salah satu cara mengatasinya yakni kita harus selalu beraktivitas seperti menganyam uang kepeng menjadi produk kreatif di UKM Taksu Agung Desa Kamasan, Klungkung ini. Hal ini bisa dilakukan di rumah masing-masing. Demikian juga aktivitas lain seperti olah raga dan berkebun di pekarangan rumah. Yang paling penting yakni mengikuti prokes bila beraktivitas di luar rumah.

Baca juga :  Ancam Rumah Warga, BPBD Robohkan Pohon Ketapang di Kemoning

Mengenai proses produksi, terutama pembuatan produk kreativitas berbasis uang kepeng, diberikan oleh Dr.I Ketut Supir, M.Hum.

Pemilik UKM Taksi Agung, I Gede Surya Atmaja, menyambut baik dan senang terhadap akan pengabdian masyarakat yang dilakukan tim dari Undiksha. Demikian juga para perajin yang terlibat mengaku sangat senang mendapat penjelasan dan pemahaman tentang covid-19, serta pentingnya pemahaman prokes. Covid-19 bukan alasan untuk kita tidak beraktivitas, tapi kita harus menerapkan prokes dalam beraktivitas. (r)

Baca juga :  Suwirta Pimpin Penanaman Pohon Bersama di Lepang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini