Kembali Terpilih, Ini Komitmen Bendesa Adat Kerobokan

0
8
Kembali Terpilih, Ini Komitmen Bendesa Adat Kerobokan
PENGUKUHAN – Suasana pengukuhann Bendesa Adat Kerobokan, Kuta Urata, di wantilan Kertha Kencana Pura Puseh dan Desa, Desa Adat Kerobokan, Rabu (18/11/2020). DENPOST.id/ist

Kerobokan, DenPost

Anak Agung Putu Sutarja, kembali dipercaya menjabat sebagai Bendesa Adat Kerobokan, Kuta Utara. Pemilihan Sutarja melalui proses ngadegang bendesa adat yang diselenggarakan secara musyawarah dan mufakat oleh krama Desa Adat Kerobokan. Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Kerobokan dilaksanakan pada Rabu (19/11/2020)di wantilan Kertha Kencana Pura Puseh dan Desa, Desa Adat Kerobokan.

Ketua Panitia pengukuhan  Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Putu Sudarma, dalam laporannya menyampaikan, dari 50 banjar yang ada di Desa Adat Kerobokan, hanya satu banjar yang mengajukan calon yakni Banjar Gadon  dengan mengajukan Anak Agung Putu Sutarja. Penjaringan dilakukan sesuai dengan pararem Desa Adat Kerobokan termasuk pemenuhan syarat administrasi.  Hingga akhirnya dalam  rapat paripurna di Wantilan Pura Desa pada 19 Oktober 2020 desa adat ngadegang Anak Agung Putu Sutarja yang merupakan calon tunggal serta petahana sebagai Bendesa Adat Kerobokan.

Baca juga :  KNKT Investigasi Kebakaran APB di Bandara

Sementara itu, Agung Sutarja menyatakan, dalam periode kedua dirinya dipercaya menjadi Bendesa Adat Kerobokan, pihaknya berkomitmen bersama prajuru untuk melaksanakan Perda 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat yang telah dikeluarkan Gubernur Bali. ”Desa Adat sekarang merupakan subjek hukum,kita di Desa Adat akan menyiapkan objek salah satunya implementasi Tri Hita Karana,” katanya.

Petajuh Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Made Wena, yang juga hadir dalam acara ngadegang Bendesa Adat itu mengatakan, di Provinsi Bali terdapat 1.493 desa adat dan Desa Adat Kerobokan merupakan desa adat nomor dua dengan jumlah krama yang paling banyak setelah Desa Adat Denpasar. “Kami mengingatkan, dalam mengajegkan desa adat tentu tidak mudah jika tidak ada komitmen bersama agar desa adat ajeg dan rajeg. Kita harus bersyukur Bapak Gubernur Bali atas persetujuan DPRD Bali telah mengeluarkan Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, sebagai pengayom desa adat dan  merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia,” tegasnya.(115)

Baca juga :  Oknum Guru Olahraga Diduga Cabuli Dua Siswinya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini