Adakan Pelatihan, Koperasi Subhakti Paparkan Strategi Bisnis ke Depan

0
6
Picsart 11 22 05.49.22
RENCANA BISNIS - Ketua Koperasi Subhakti, Made Suanda Wisnaya, saat memberikan kesempatan peserta untuk mempresentasikan rencana bisnis yang direncanakan.

Kutsel, DENPOST.id

Meski dalam situasi pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat Koperasi Subhakti Ungasan untuk terus berbagi ilmu. Seperti pelatihan yang digelar, Sabtu (21/11/2020) melibatkan lima koperasi yang ada di Kutsel.

Hadir sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan yang disambut antusias peserta, yakni Ketua Koperasi Subhakti, Made Suanda Wisnaya, SE. Materi yang disajikan dalam pelatihan ini sangat kompleks terkait bagaimana merancang strategi bisnis yang harus dilakukan di lembaga koperasi yang aitannya juga menyambut tahun 2021.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Suanda Wisnaya memaparkan latar belakang dari digelarnya pelatihan karena pendidikan merupakan hal yang sangat perlu dan penting untuk terus dilakukan. Dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan sumber-sumber yang ada. Apalagi di saat pandemi saat ini, banyak ilmu yang harus digunakan dengan baik. Hal itulah sebenarnya yang mendasari kenapa pihaknya melakukan pelatihan tersebut. “Judulnya adalah bagaimana strategi dan bisnis plan kita lakukan di lembaga-lembaga kita. Target kita bagaimana anak-anak yang melakoni bisnis tersebut paham benar menghadapi situasi sesulit apapun, khususnya di situasi pandemi ini,” papar pria yang membidani lahirnya sejumlah koperasi di Kutsel tersebut.

Baca juga :  Sudah Seminggu Kabel Berjatuhan, Begini Reaksi Bendesa Adat Kutuh

Nantinya peserta diharapkan bisa menyusun dan menganalisa rencana-rencana bisnis sesuai dengan waktunya, sehingga nantinya mereka bisa mapan dan sustainable dan survive menghadapi situasi saat ini. “Untuk pesertanya kami tidak membuka untuk umum, tetapi untuk teman-teman yang memiliki usaha yang sama. Seperti Koperasi Subhakti yang memprakarsai, ada dari Koperasi Nusa Dua Beach Hotel, di mana juga memiliki cabang yang juga ikut, ada dari Bunga Bali dan Tangkas Sari Sedana,” ungkapnya.

Baca juga :  Kondisi Pariwisata Bali Masih Berat

Dia melihat ini sangat bagus karena adanya keterbukaan dan sharing yang perlu diapresiasi. Untuk di Subhakti, pelatihan semacam ini memang rutin dilakukan dan harus digelar secara terus menerus. “Kita tetap optimis dan bisa survive. Memang kondisi saat ini perusahaan apapun bisa dihitung dengan jari yang bisa mencapai target. Tapi kita bersyukur karena di Subhakti masih bisa bertahan dan bisa melayani anggota kita. Apakah menabung atau meminjam dan lainnya,” jelasnya.

Di mana artinya lembaga yang dipimpinnya tersebut, masih bisa berjalan dengan baik. Memang diakuinya terjadi penurunan aset, tetapi itu sebagai sebuah fenomema yang dinilainya wajar di saat situasi saat ini. Bagiamana agar bisa bertahan? Tentunya keadaan saat ini memerlukan pola pikir yang sistematis. Di mana yang bisa dilakukan adalah bagaimana tetap menjaga loyalitas anggota, sehingga tertanam bahwa lembaga inilah yang sepatutnya dijaga dengan baik. “Kalau ditanya apa kuncinya? ya itu loyalitas anggota harus dijaga dengan baik,” imbuhnya.

Baca juga :  Kunjungan Wisatawan ke Pandawa Tak Terpengaruh Isu Virus Corona

Dengan melakukan strategi-strategi yang menguntungkan bagi anggotanya diyakini koperasi akan tetap bisa jalan. Karena nantinya akan dilihat brand image sebesar apa kepedulian koperasi kepada anggota. Sekarang yang terpenting adalah loyalitas anggota untuk membentengi koperasi bisa bertahan dan sustainable dalam kondisi ini. (a/113)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini