Simulasi Pilwali, Ini yang Dievaluasi

0
5
Simulasi Pilwali, Ini yang Dievaluasi
Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya

Sumerta Klod, DENPOST.id

Penyederhanaan tata nama formulir dan mengatur jadwal kedatangan pemilih, menjadi hasil evaluasi dari simulasi Pilwali yang digelar KPK Kota Denpasar, Sabtu (21/11/2020) di SDN 3 Serangan, Denpasar Setalan. Itu dikatakan Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, saat diwawancarai Minggu (22/11/2020).

“Secara teknis ada penyederhanaan tata nama formulir yang digunakan di TPS. Contoh, formulir C6 diganti dengan C pemberitahuan, C7 diganti dengan C daftar hadir di TPS, nama formulir tidak lagi menggunakan kode numerik tetapi menggunakan penamaan sesuai peruntukan,” ungkapnya.

Baca juga :  Masih Pandemi Covid-19, Coklit Pemilih Bisa Lewat Online

Selain persoalan teknis, evaluasi juga dilakukan terhadap penerapan prokes. Pihaknya kembali mengingatkan KPPS agar dipastikan prokes terlaksana dengan baik dan mengantisipasi prosedur pelayananan pemilih di TPS dilaksanakan dengan baik. Hal itu menurutnya dapat disampaikan pada saat bimbingan teknis.

“Ada pembagian waktu kedatangan pemilih di TPS, namun jika kedatangan pemilih tidak sesuai dengan pembagian jamnya tetap dapat dilayani,” sambungnya.

Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan yang hadir dalam simulasi menyatakan simulasi menjadi tahapan penting dalam menyukseskan penyelenggara Pilwali 2020.  Melalui kegiatan ini, KPU mendapat gambaran riil mengenai situasi dan potensi-potensi kendala yang terjadi dari pelaksanaan Pilwali pada 9 Desember mendatang. “Simulasi ini penting untuk memetakan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi. Jangan sampai ada yang cepat memvonis bahwa Pilwali curang, sebelum melalukan tracing data,” katanya.

Baca juga :  Upacara "Pengelukatan Suda Mala", Upaya Niskala Cegah Covid-19

Guna mencegah penularan Covid-19, dia menyebut KPU telah melakukan penyesuaian dengan pandemi. Salah satunya, membatasi peserta menjadi 500 per TPS, yang sebelumnya 800 warga per TPS. Selain itu KPU akan memisahkan warga umum dengan suhu badan melibihi 37,3 derajat. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini