Disebut Puri Palsu dan Penghianat, Keluarga Besar Puri Anom Tabanan Meradang

0
38
Picsart 11 23 08.03.50
LAPORKAN PEMILIK AKUN - Ngurah Haryawan (kanan baju adat madya) beserta kuasa hukumnya, I Made Bandem Dananjaya (kemeja biru) saat menggelar jumpa pers, usai melayangkan laporan terkait pemilik akun ke Dit. Reskrimsus Polda Bali.

Kereneng, DENPOST.id

Tulisan di akun Facebook bernama Agung Maub membuat keluarga besar Puri Anom Tabanan meradang. Dalam postingannya, pemilik akun munuduh Puri Anom puri palsu dan berkhianat terhadap Tabanan karena memihak Belanda di masa lalu.

Tak terima dengan postingan tersebut, tokoh Puri Anom, yakni I Gusti Ngurah Haryawan melaporkan akun Facebook Agung Maub ke Dit. Reskrimsus Polda Bali, Senin (23/11/2020). “Kami melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik, fitnah dan ujaran kebencian. Kami merasa sakit hati atas postingan tanpa dasar itu,” kata Ngurah Haryawan yang didampingi kuasa hukumnya, I Made Bandem Dananjaya, dkk.

Menurut Ngurah Haryawan, postingan tersebut diketahui pada, Rabu (21/10/2020). Saat membuka HP, dia melihat unggahan status di Group Facebook Suara Rakyat Tabanan yang dilakukan Agung Maub.

Baca juga :  Soal Virus Corona, Bali Belum Batasi Wisatawan Tiongkok

Tulisan yang diunggah dalam huruf kapital tersebut adalah “BAGAIMANA MASYARAKAT BISA PERCAYA KALAU KESEJARAHAN KLASIKNYA DIMANIPULASI, KITA TERBIASA MENYEBUT JERO (ASAL RUMAH CALON) (emoticon tertawa)”. Dari unggahan tersebut terdapat 145 komentar dari netizen dan 26 netizen yang menekan tombol emotion.

Pemilik akun juga membalas beberapa komentar yang diduga menuduh tanpa fakta, ujaran kebencian, menghasut, fitnah dan mencemarkan nama baik pihak Puri Anom. Seperti, “siapa bilang tidak berhak,, sangat berhak…!!! seorang calon pemimpin harus jujur, de nganggoang Kito dalam urusan sejarah leluhur,,Saya brani debat di depan IDA COKORDA ANGLURAH TABANAN,,SOAL PURI PALSU..YG SEDARI DULU ADALAH JERO BAHKAN PERNAH ADA PLANG BESAR DI SANA (emoticon tertawa) JEG JUARI PONGAH,,MASAK CALON PEMIMPIN MEMAUK,,,AMONGKEN PATRIOTIKNYA DI JAMAN KLASIK LELEHURNE TKEN GUMI TABANAN????KCUALI DUGAN BLNDA NGEREJEK TABANAN BERHIANAT (emoticon marah).”

Baca juga :  Uji Usap Positif, Korban Meninggal dari Bangli Bertambah

Selain itu, Agung Maub juga menulis, “Gungwah, (I Gusti Agung Parwatha) Iy (Tyang) Tereh Ngurah Telabah tosning RajaRshi Ngurah TegalAlo, sangan (sangat) Peduli dgn sejarah Gumi Tabanan,baik dgn cara mmbaca kisah klasik di naratatwa, maupun tuturtinular di masyarakat. Aksamayang yening AJIKWAH (Agung Maub) durung cumpu nindihin calon pemimpin model care keketo, SEJARAH HARUS DI TEGAKKAN DEMI WIBAWA IDA BHETARA SHRI NARARYA KENCENG,Nyen buin kaajak mesiat, (perang) Yen sing nyamo… (emoticon tertawa) Khusus
masalah LELUHUR KITA. Orin Jep nyiksikbulu malu (emoticon telunjuk pertanda nomor 1) MENANG”.

Tidak terima dengan postingan itu, tokoh dan keluarga besar Puri Anom yang didukung belasan puri se-Tabanan bernama anggota Garda Puri Sejebag Tabanan (GPST) membuat laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat atau Dumas. “Kami merasa keberatan, karena dilecehkan dan dihina. Kami menganggap postingan tersebut suatu pembohongan publik, pelecehan, pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap leluhur Puri Anom Tabanan karena dianggap pengkhianat di zaman Belanda,” tegasnya.

Baca juga :  Vaksinasi di Karangasem, dari 11 Pejabat Dua Tak Divaksin Karena Ini

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait laporan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan tersebut.

Sementara Kasubdit V Unit Siber Crime Dit. Reskrimsus Polda Bali, AKBP Gusti Ayu Suinaci yang dikonfirmasi mengaku belum menerima berkas laporan dari anggotanya. “Belum monitor. Nanti saya cek, laporannya tadi ya,” ucapnya dengan nada bertanya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini