Usai Pesta Sabu, Pensiunan Polisi Diciduk

Picsart 11 23 09.25.09
PESTA SABU - Pensiunan polisi, Kandra yang pesta sabu saat diperlihatkan kepada wartawan di Mapolres Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Usai pesta narkoba jenis sabu-sabu, mantan Kasat Tahanan dan Barangbukti (Tahti) Polres Buleleng, Iptu I Nyoman Kandra (58) diciduk jajaran Satnarkoba Polres Buleleng.

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP Made Derawi dalam rilisnya, Senin (23/11/2020) mengatakan Kandra diciduk di Jalan Raya Lovina, tepatnya di depan Supermarket Pepito, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng pada, Kamis (19/11/2020) sekira pukul 19.30 Wita.

Setelah dilakukan penggeledahan badan, ditemukan satu paket sabu, dengan berat 0.26 gram brutto. “Barang tersebut disembunyikan di dalam buku tabungan yang ada di dalam tasnya. Dan yang bersangkutan tak dapat mengelak dan mengakui jika sabu-sabu tersebut adalah miliknya,” jelasnya.

Sebelum ditangkap, pria asal Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng itu juga mengakui sempat menggelar pesta sabu bersama tiga orang lainnya, di wilayah Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar.

Baca juga :  Wakil Ketua DPRD Bangli Soroti Pavingisasi Rusak Berat

“Kami belum tau berapa gram sabu yang sempat ia konsumsi bersama tiga orang itu. Sementara barang bukti yang kami temukan seberat 0.26 gram ini adalah sisanya,” terang AKP Derawi.

Di hadapan polisi, Kandra juga mengaku sudah mengonsumsi sabu sejak 2007, terhitung saat ia masih bertugas sebagai anggota polisi.

Namun kebiasaan buruknya itu baru terungkap, setelah Kandra memasuki masa purnabakti. “Tes urine memang sering dilakukan di internal polisi. Tes urine itu juga diikuti oleh Kandra, namun hasilnya saat itu negatif, tidak ditemukan adanya tanda-tanda narkoba. Tindakan narkotika ini memang sangat tertutup, sehingga penyelidikan memerlukan waktu. Sehingga baru saat inilah kami berhasil mengungkap peran bersangkutan,” jelas AKP Derawi.

Baca juga :  Karangasem Akan Garap Pertanian Jadi Wisata

Sementara untuk tiga orang yang disebut-sebut oleh Kandra sempat mengonsumsi sabu bersama dirinya, AKP Derawi mengaku masih melakukan penyelidikan.

Mengingat dari tiga orang itu, hanya satu yang indentitasnya diketahui oleh Kandra. “Ini kan keterangan berdiri sendiri. Apakah benar seperti itu, tentu akan kami selidiki dulu. Dari tiga orang, baru satu yang namanya diketahui dan segera akan kami mintai keterangan,” ucap Derawi.

Baca juga :  Tersangka Kasus Pembunuhan Jalani Uji Cepat Antigen

Sementara Kandra, memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kandra pun dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp8 miliar. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini