Kekuatan Komunitas di Buleleng Bisa Percepat Masa Pandemi

0
4
Kekuatan Komunitas di Buleleng Bisa Percepat Masa Pandemi
PIDATO KEBUDAYAAN - Sugi Lanus (berdiri) saat menyampaikan pidato kebudayaan di Rumah Intaran sambil berdiskusi dengan beragam Komunitas.

Singaraja, DENPOST.id

Beragam komunitas alias seka demen yang ada di Buleleng dinilai punya kekuatan khusus untuk mempercepat masa pandemi di Buleleng. Demikian dilontarkan Sugi Lanus dalam Pidato Kebudayaannya di Rumah Intaran, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Senin (23/11/2020) malam. Prediksi yang disampaikan itu bukan tanpa alasan, namun berdasarkan sejarah dan rekam jejak kolonial Belanda yang menjadikan Buleleng sebagai Ibu Kota Sunda Kecil saat itu.

“Dalam konsep Ekonomi Kolonial, Buleleng sudah dipersiapkan betul menjadi daerah yang mandiri dengan potensi pertanian, perkebunan, sungai dan kelautannya,” ungkapnya. Dalam pemikirannya, Buleleng kurang pas menonjolkan sektor  pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Dengan potensi-potensi alam ditambah beragam komunitas yang muncul, diyakini dalam hitungan dua tahun, Buleleng paling cepat melewati masa pandemi dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali. “Mudah-mudahan prediksi saya salah, namun ini bukannya tak berdasar. Seperti halnya industri penerbangan, informasi yang saya dengar langsung dibutuhkan waktu 25 tahun untuk bisa stabil pascapandemi ini,” bebernya.

Baca juga :  Di Buleleng, 17 Orang Sembuh

Sekarang, lanjutnya, tinggal menseriusi apa yang sudah diwariskan oleh tetua di Buleleng untuk menjadikan Buleleng lebih baik. “Tujuan kita kumpul di sini untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi atas masalah yang terjadi dengan beragam komunitas yang ada di Bali Utara,” katanya dalam diskusi yang juga dihadiri Kadis Kebudayaan Buleleng, Gede Doddy Sukma dan Kadis Lingkungan Hidup, Ariadi Pribadi. Hasil diskusi ini, kata Sugi Lanus, nantinya bukan hanya sebatas secarik berkas yang teronggok, namun akan ditindaklanjuti sesuai dengan bidang masing-masing. Salah satunya pendokumentasian titik-titik yang menjadi unggulan di Buleleng. Saat ini, Rumah Intaran sudah mendokumentasikan sekitar 450 titik “Sobean” di Buleleng sesuai kategorinya. (118)

Baca juga :  Buleleng Alami Kasus Tertinggi DB, Warga Mesti Terapkan PSN

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini