Lumpuh dan Bertahan Hidup, Artana Buat Kerajinan Anyaman Bambu

0
7
Picsart 11 24 08.06.05
BERTAHAN HIDUP - seorang penyandang disabilitas Wayan Artana yang bertahan hidup dari membuat kerajinan anyaman bambu.

Negara, DENPOST.id

Wayan Artana (54) warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo tampak masih semangat menganyam bambu untuk barang kerajinan di rumahnya. Meski kondisi kakinya lumpuh sejak 20 tahun lalu, Artana tidak putus asa dan tetap semangat juga optimis.

Karena tuntutan ekonomi dan kebutuhan hiduplah yang membuat dia bangkit, apalagi seperti pandemi saat ini.

Ditemui di rumahnya di Munduk Anggrek, Selasa (24/11/2020) ayah tiga anak dari pernikahannya dengan Made Antarini ini mengaku awal saat kakinya mulai tidak bisa digerakkan dengan normal, dia merasa hidupnya berakhir. “Sempat juga down. Tapi karena melihat anak-anak masih kecil, jadi saya harus bangkit dan apa yang bisa saya lakukan. Tidak mungkin saya tiap hari bengong,” kata Artana

Baca juga :  Oknum Mantan Kaling Asri Ditahan Karena Ini

Akhirnya secara otodidak Artana belajar membuat anyaman dari bambu, baik kurungan ayam, besek, keranjang banten dan sebagainya. Kemudian hasilnya dipasarkan istrinya. “Ya lama-lama ada pengepul yang datang. Beberapa tahun bisa jalan. Namun, belakangan agak seret,” katanya.

Pandemi Covid-19, juga berdampak pada pemasaran dan orderan kerajinan anyaman bambu. Biasanya pengepul rutin datang dan memesan produknya, namun sejak pandemi pesanan sangat jauh berkurang. Selain itu, mereka juga kehabisan modal usaha karena bambu harus dibeli. “Di pohon satu lonjor bambu Rp10 ribu. Namun harus nyari tenaga lagi untuk nebang dan angkut. Ya kadang modal kami kurang. Untuk kehidupan sehari-hari juga pas-pasan. Apalagi anak lelaki saya juga terdampak Covid-19, dan kini menjadi buruh. Kalau anak perempuan dua sudah menikah,” jelasnya.

Baca juga :  Puluhan PMI Jembrana Akan Jalani Pemeriksaan Swab

Artana mengaku kini hanya bisa bertahan dan bekerja membuat anyaman semampunya. “Jika ada modal beli bambu baru saya kerja dan dikumpulin semoga nanti ada pengepul datang. Kami berharap pandemi segera berlalu, sehingga semua sektor usaha bisa kembali normal,” harapnya.

Terkait sakitnya, Artana mengaku sudah pasrah karena sejak pertama sakit dia sudah berusaha melakukan berbagai macam pengobatan, namun tidak ada hasil dan kakinya masih lemah. (120)

Baca juga :  Bupati Artha Bantu Enam Warga Sakit

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini