Tekan Laju Penurunan Ekonomi, Ini Langkah BI

0
39
Tekan Laju Penurunan Ekonomi, Ini Langkah BI

Dangin Puri, DenPost

Terkait perekonomian Bali terkini, pada 2020 diperkirakan akan menurun seiring dengan penurunan kinerja sektor pariwisata. Demikian disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, pada acara Obrolan Santai BI Bareng Media, Selasa (24/11) di Denpasar.

“Beberapa strategi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bali untuk menahan laju penurunan, antara lain relaksasi PSBB Provinsi dan Kabupaten/Kota secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca juga :  Sekda Akui Kantongi Identitas Warga yang Kontak Erat Dengan Pasien Covid-19

Selain itu juga melakukan percepatan absorpsi belanja pemerintah, termasuk belanja Pemda). Kemudian adanya akselerasi kredit bank, termasuk BPD, ke sektor riil dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian.

Pembukaan sektor utama dengan disiplin ketat protokol CHSE serta digitalisasi UMKM dan mendorong Gerakan Bangga Buatan Indonesia juga dapat menahan penurunan laju perekonomian.

“Inflasi Provinsi Bali diperkirakan melandai dibandingkan 2019. Disebabkan oleh rendahnya tekanan inflasi di seluruh kelompok barang,” terangnya.

Baca juga :  Nengah Madiadnyana: Kelola Sekolah Seperti Naik Sepeda

Beberapa faktor pendorong melandainya inflasi 2020, yaitu penurunan permintaan barang tahan lama, penurunan biaya angkutan udara, serta penurunan permintaan bahan makanan masyarakat dan industri.

Namun demikian, kata dia, TPID akan terus menjaga tekanan inflasi agar berada pada tingkat yang stabil dan mendukung perekonomian Provinsi Bali.

Rizki juga menyampaikan bahwa diperlukan koordinasi untuk mendorong sektor ekonomi yang produktif dan aman. Sub sektor yang berpotensi adalah sektor yang memberikan nilai tambah pada perekonomian, namun memiliki risiko penyebaran covid-19 seperti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, perikanan, jasa perantara keuangan dan peternakan.

Baca juga :  Pemilik Helo Caffee dan Angkringan Didenda Rp 200 Ribu

Pengembangan terhadap sektor prioritas utama perlu mendapat dukungan program penjaminan pemerintah, terutama untuk sektor prioritas yang tidak sejalan dengan minat perbankan seperti perikanan, peternakan, dan industri makan minum. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini