Satpol PP Bubarkan Kerumunan Warga di Jl. Mahendradata

0
14
Konsep Otomatis

Ubung, DenPost

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membubarkan kerumunan warga yang duduk-duduk sampai larut malam di patung kuda Citra Land, Jl. Mahendradata Utara, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara pukul 23.30, Selasa (24/11/2020).

”Kami membubarkan kerumunan warga yang duduk sampai larut malam tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) menindaklanjuti laporan masyarakat guna memcegah penyebaran virus corona,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, Rabu (25/11).

Baca juga :  PSI Merapat ke Jaya-Wibawa, Giring Pimpin Penyerahan Ini

Anom Sayoga menyatakan, warga yang duduk di sana sebagian dari luar Bali tinggal sekitar Jl. Mahendradata utara tidak ada jarak dan memakai masker. Begitu melihat petugas patroli Satpol PP datang langsung bubar dan lari menyelamatkan diri masing-masing. Warga yang tidak disiplin mematuhi prokes melanggar Pergub No.46/2020 dan Perwali No.48/2020. Selain melanggar Perda No. 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum karena berkumpul sampai larut malam.

Baca juga :  BPBD Denpasar Siagakan 8 Damkar dan 7 Ambulans

Sebelumnya sempat ditertibkan dan memberi peringatan kepada warga yang duduk sampai larut malam di patung kuda Citra Land ini. Namun banyak laporan warga masuk ke Satpol PP sehingga ditindaklanjuti dengan penertiban tadi malam. ”Kalau kembali berkumpul lewat pukul 23.00, kami ambil tindakan tegas dan orangnya diproses jika tidak mematuhi prokes,’’ tegasnya.

Selain membubarkan kerumunan warga, lanjut Anom Sayoga, pihaknya bersama tim gabungan menggelar razia penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes di Jl. Sutumo-Jl. Kumba Karna, Br. Gerenceng, Rabu (25/11) ini. Dari razia prokes ini mendenda 12 pemotor tanpa masker dan memberi perngatan kepada lima premotor juga karena memakai masker di bawah dagu dan hidung.

Baca juga :  Tiga Bulan, Lakalantas Renggut 70 Nyawa

”Kami sekarang fokus melaksanakan razia prokes bersama Dishub, TNI dan Polri untuk mencegah mewabahnya Covid-19 secara masif di Kota Denpasar,’’ ujarnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini