Desa Adat Karangasem Gugat Pemkab Karangasem

Desa Adat Karangasem Gugat Pemkab Karangasem
SIDANG GUGATAN – Sidang gugatan Desa Adat Karangsem terhadap Bupati Karangasem dan BPN Karangasem, Kamis (26/11/2020).

Amlapura,DENPOST.id

Puluhan warga dari Desa Adat Karangasem, Kamis (26/11/2020) memadati Pengadilan Negeri Amlapura. Kehadiran perwakilan kelian banjar adat ini untuk menggugat Pemerintah Daerah Karangasem, dalam hal ini Bupati Karangasem dan Badan Pertanahan Negara (BPN) Karangasem.

Bendesa Adat Karangasem, Wayan Bagiarta, mengungkapkan, desa adat menuntut  hak milik atas tanah di wilayah Desa Adat Karangasem seluas 950 meter persegi. Dalam tanah tersebut  kini telah berdiri Pasar Amlapura Barat dan Timur, serta Mal Pelayanan Publik (MPP). “Itu dahulu adalah tanah setra. Dalam gugatan ada 9 point yang diinginkan. Intinya tentang hak milik atas tanah tersebut,” ungkap Bagiarta.

Baca juga :  Cok Ace Sebut Isolasi Bali Bergantung pada Ini

Lebih lanjut ia menuturkan, dari 14 pasar yang ada di Kabupaten Karangasem, 12 di antaranya memberi kontribusi ke desa adat. “Kami ingin menuntut itu. Misalnya memberi retribusi untuk kami, sehingga dengan adanya pasar dan MPP di wilayah Desa Adat kami juga memberi manfaat untuk pembangunan desa adat,” paparnya.

Dengan melayangkan gugatan ini, Bagiarta mengaku tak bermaksud ingin melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Bahkan pihaknya menyatakan siap bekerjasasama. “Kami hanya ingin hak kami seperti di desa adat di 12 pasar lainnya,” imbuhnya.

Baca juga :  Jelang Karya di Pura Besakih, Ratusan Pemangku Divaksin

Sidang gugatan ini dihadiri 35 prajuru adat perwakilan dari 35 Banjar yang ada di Desa Adat Karangasem. Namun hanya 10 orang yang diperkenalkan mengikuti persidangan, mengingat situasi pandemi covid-19.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Amlapura, Cokorda Gede Ngurah, mengungkapkan, ada dua pihak yang menjadi tergugat yakni Bupati Karangasem dan Badan Pertanahan Negara (BPN) Karangasem. “Dalam sidang hari pertama pihak penggugat sudah lengkap, hanya saja pihak tergugat belum hadir,” katanya. (yun)

Baca juga :  Denpasar Tunda Pembelajaran Tatap Muka Hingga Maret 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini