Pastikan Bebas Covid-19, Bawaslu Bangli Lakukan Ini

0
4
Picsart 11 26 06.29.44
TES CEPAT - Ketua Bawaslu Bangli, I Negah Purna saat memberikan arahan pada jajarannya untuk mengikuti pemeriksaan tes cepat di RSU Bhakti Rahayu Denpasar.

Bangli, DENPOST.id

Selain penyelenggara seperti Komisi Pemilihan Umum dan masing-masing pasangam calon (paslon), pihak yang juga penting dan terkait dalam ajang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah pengawas pemilu. Hal ini disadari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli terkait perannya terutama saat pencoblosan, 9 Desember 2020.

Sebelum itu, Bawaslu Bangli ingin memastikan diri dan seluruh jajaran sampai pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) tidak terpapar Covid-19, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes cepat, Kamis (26/11/2020).

Baca juga :  Kendal Roboh Melintang, Lalin Macet Dua Jam

Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Purna mengatakan tes cepat bekerjasama dengan RSU Bhakti Rahayu Denpasar. “Tujuannya untuk memastikan seluruh jajaran, baik Bawaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa hingga Pengawas TPS tidak terpapar virus corona,” ucap Purna.

Ditegaskan Purna, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangli Tahun 2020 dilaksanakan dalam situasi sulit, karena dalam masa pandemi Covid-19. Namun pihaknya menyebut pengawasan harus terus berjalan demi terwujud pemilihan yang berkualitas, sehingga tes cepat harus dilakukan kepada seluruh jajaran untuk melakukan upaya pencegahan terhadap persebaran virus corona dalam pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bangli.

Baca juga :  Dijambret, Korban Kejar Pelaku Masuk Gang

Selain itu, lanjut pria asal Desa Pengotan ini juga sebagai upaya Bawaslu dalam melindungi dan meyakinkan warga masyarakat Bangli bahwa seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bangli hingga Pengawas TPS tidak ada yang terpapar Covid-19.

Jumlah jajaran yang menjalani tes cepat awalnya dijadwalkan sebanyak 688 orang dengan rincian, 566 orang untuk pengawas TPS, 72 orang Panwaslu Kelurahan/Desa, 32 orang Panwaslu Kecamatan dan 18 orang dari Bawaslu Kabupaten Bangli. Namun, dari 668 orang yang dijadwalkan hanya 648 yang hadir. Untuk 40 orang yang tidak hadir harus tetap menjalani tes cepat susulan. “Yang masih belum akan kami jadwalkan berikutnya. Intinya semua harus ikut pemeriksaan rapid test (tes cepat) ini,” tegasnya.

Baca juga :  Ini yang Dipakai Nyemprot Kintamani

Untuk hasilnya, dari keseluruhan yang menjalani tes cepat tidak ada satupun yang dinyatakan reaktif. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini