Pekerja Pariwisata Wajib Dapat Perlindungan Jamsos Ketenagakerjaan

0
9
Picsart 11 26 07.36.46
BIAYA SANTUNAN - Mohamad Irfan, saat bertemu Ketua DPD HPI Bali, I Nyoman Nuarta dalam penyerahan simbolis biaya santunan.

Sumerta Klod, DENPOST.id

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Cabang Bali Denpasar terus menggenjot kepesertaan dari sektor bukan penerima upah (BPU), salah satunya pelaku pariwisata yang tergabung di Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali.

Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia Bali, I Nyoman Nuarta mengatakan perlindungan pekerja menjadi salah satu prioritas organisasi yang beranggotakan 6.076 itu. Menurutnya, jaminan sosial ini penting saat pandemi, mengingat banyak masyarakat mengalami krisis ekonomi.
“Kami daftarkan anggota ikut BPJS Ketenagakerjaan saat pandemi ini. Yang mana, anggota kami kurang lebih 15 orang sudah meninggal dunia. Setelah anggota meninggal sama sekali tdk ada proteksi, hanya dapat santunan dari internal,” ungkap Nuarta.

Baca juga :  Kepala Inspektorat Denpasar Meninggal Akibat Covid-19

Namun, dia mengakui belum bisa mendaftarkan seluruh anggotanya sebagai peserta BP Jamsostek. Pertama lantaran regulasi, usia 60 tahun. Kedua, ada yang sudah daftar di perusahaannya. Ketiga, masih ada pemahaman yang belum bisa membedakan BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan. 
Dia menyebutkan, saat ini anggota yang telah terdaftar sebanyan 3.862. “Ini sebagai bahan untuk sosialisasi agar anggota bisa daftar dan mengerti tentang BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek sembari mengenalkan kartunya,” imbuhnya.

Baca juga :  Gandeng IDI, Pemkot Gelar Swab Test Massal PMI

Sementara Kepala BP Jamsostek Cabang Bali-Denpasar, Mohamad Irfan menyebut pihaknya terus meningkatkan kepesertaan. “Memang kalau melihat kondisi objektif di Bali karena sektor pariwisata yang sangat dominan. Sementara teman-teman yang bergerak di dunia pariwisata ini juga butuh perlindungan,” sebutnya.

Terkait dengan batasan usia yang disampaikan Ketua DPD HPI, Irfan menambahkan bahwa dari total 6.000-an, 70 sampai 80 persen batas usia maksimal 60 tahun. “Kita terus beri pemahaman ubah pola pikir, bukan kos tapi benefit. Justru kami apresiasi HPI Bali aktif komunikasi dan memberikan perlindungan kepada anggota,” tutupnya. (106)

Baca juga :  Saling Menjaga Bersama, BMW Astra Siapkan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini