Mahasiswa ITS Edukasi Prokes ke Warga Getasan, Petang

0
7
EDUKASI WARGA - Sebagian mahasiwa ITS Surabaya, yang juga relawan, mengedukasi warga Desa Getasan, Banjar Ubud, Petang, Badung, dengan materi penerapan protokol kesehatan. (DenPost/ist)

Petang, DenPost
Mengisi masa KKN tahun 2020, tujuh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, mengedukasi warga Desa Getasan, Banjar Ubud, Petang, Badung. Selama berada di lapangan, ketujuh mahasiswa berbagai jurusan di ITS ini bertindak sebagai relawan covid-19. Mereka adalah Putu Erika Rahayuningrum (Jurusan Matematika), Pande Putu Velya Cahaya Fortuna (Jurusan Matematika), I Gusti Ayu Mas Darsasasmitha Yani (Jurusan Aktuaria), Putu Maharani Anggun Ningtyas (Jurusan Aktuaria), Kadek Nesya Kurniadewi (Jurusan Teknologi Informasi), dan I Gde Made Bhaskara Jala Dhananjaya – (Jurusan Teknologi Informasi).

Baca juga :  Penutupan Objek Wisata di Badung Kembali Diperpanjang

Selama 10 hari berada di desa berhawa sejuk ini, para mahasiswa mendatangi rumah-rumah warga untuk menjelaskan mengenai prokes menyangkut 3 M yakni mengenakan masker, mencuci tangan di air mengalir, dan menjaga jarak (menghindari kerumuman). Setiap hari, mahasiswa mengajak warga Getasan agar selalu patuh terhadap imbauan pemerintah, sehingga terhindar dari virus membahayakan ini. Mereka mengaku sangat senang mengedukasi warga karena pada umunnya warga di pedesaan sangat patuh dengan arahan tokoh masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya edukasi semacam ini, warga menjadi terbiasa menerapkan prokes sehari-hari. Begitu juga saat keluar rumah, sebagian besar warga telah mengenakan masker, karena sudah terbiasa dan ingin terhindar dari paparan covid-19.

Menurut salah seorang mahasiswa, Putu Erika, Minggu (29/11/2020), menjadi relawan covid-19 semacam ini sangat menyenangkan karena mahasiswa bisa menerapkan arahan yang diberikan Satgas Penanggulangan Covid-19, sehingga warga tak sampai terpapar virus. Mereka berharap agar pandemi ini segera berlalu, jika vaksin ditemukan, dan perkuliahan secara tatap muka seperti dahulu bisa diterapkan tahun depan. (yad)

Baca juga :  Pergi Setelah Rapid Test Reaktif, Ibu dan Anak Dikarantina

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini