Dikunjungi Kapolda, Ketua KPU Bali “Adukan” Sejumlah Masalah

0
19
Picsart 12 02 11.28.04
BERKUNJUNG - Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu Putra, saat mengunjungi KPU Provinsi Bali, di Renon, Denpasar, Selasa (1/12/2020).

Kereneng, DENPOST.id

Pelaksanaan Pilkada Bali 2020 tinggal menghitung hari. Beberapa kendala mulai muncul. Seperti, perusakan baliho atau alat peraga kampanye (APK) pasangan calon (paslon), penolakan uji cepat (rapid test) dari calon petugas KPPS termasuk saling serang antara pendukung di media sosial.

Permasalahan tersebut terungkap saat Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu Putra, saat mengunjungi KPU Provinsi Bali di Renon, Denpasar, Selasa (1/12/2020). “Saya mengunjungi Kantor KPU Bali untuk membangun kerjasama agar Bali lebih aman dan kondusif khususnya dalam pelaksanaan Pilkada Bali 2020,” ucap Putu Jayan.

Baca juga :  PPKM, Dishub Denpasar Tak Gelar Razia

Dikatakannya, demi membangun situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif, terutama dalam pelaksanaan Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang, Polda Bali siap mendukung seluruh kegiatan KPU. “Khusus Pilkada 2020 kami pastikan akan membantu KPU Bali,” tegasnya.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang didampingi anggotanya mengungkapkan terkait masalah yang terjadi jelang pelaksanaan Pilkada 2020, seperti banyak terjadi perobekan alat peraga kampanye. Karenanya pihak KPU Bali selalu melakukan koordinasi dengan penegak hukum yakni Polri, dalam pemantauan alat peraga. “Karena perusakan tersebut termasuk tindakan pidana pemilu. Hal tersebut sudah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” imbuhnya.

Baca juga :  Amankan Pilkada, Begini Persiapan TNI

Terkait tanggal 6, 7, 8 Desember 2020 mendatang, sambung Lidartawan, KPU Bali akan melakukan penurunan dan penertiban alat peraga. “Untuk itu, kami meminta bantuan TNI dan Polri agar mendampingi dalam pelaksanaanya,” katanya.

Tak hanya itu, perekrutan calon KPPS ditemukan sejumlah permasalahan. Salah satunya di Desa Songan, Bangli. Calon KPPS menolak dites cepat. “Melalui Pak Kapolda, kami mohon Babinkamtibmas Desa Songan A dan B serta Desa Kedisan bisa menyosialisasikan kepada masayarakat setempat agar mau dirapid test, khususnya terhadap calon KPPS tersebut,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Penilaian Siswa Berbasis Portofolio, Guru Diminta Tak Obral Nilai

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini