Diskominfo Gianyar Belajar Pengelolaan Informasi ke Kota Ini

0
12
Picsart 12 02 08.12.09
SERAHKAN PLAKAT - Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun saat menyerahkan plakat dalam kunker di Kota Mataram.

Gianyar, DENPOST.id

Guna mempercepat penyampaian informasi antara masyarakat dengan pemerintah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram menerapkan sistem Komunikasi Informasi Masyarakat (KIM). Sistem yang berjalan secara online ini, melibatkan anggota yang tersebar di enam kecamatan di Kota Mataram.

Hal ini terungkap dalam studi komperatif yang dilaksanakan Diskominfo Kabupaten Gianyar di Pendopo Kantor Walikota Mataram, Rabu (2/12/2020).

Rombongan kunjungan studi komperatif Diskominfo Gianyar dipimpin Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun, didampingi dua tim ahli Pemkab Gianyar, Wayan Artana dan Wayan Ardana. Kunjungan rombongan Gianyar diterima Kadis Infokom Kota Mataram, I Nyoman Suwandi Yasa.

Baca juga :  Pesta Miras Malam Tahun Baru, Empat Warga Diamankan

Kadis Infokom Kota Mataram, I Nyoman Suwandi Yasa mengatakan Kota Mataram sudah cukup lama mengelola KIM. Dia mengatakan KIM merupakan lembaga kemasyarakatan yang mengelola informasi publik untuk menyampaikan informasi pemerintah kepada masyarakat. “Program ini sebenarnya merupakan program dari pusat yang diinisiasi salah satu Direktorat Kominfo. Di mana, ada dasar hukum jelas dan kewenangan untuk membentuk kelompok swadaya ini,” kata Suwandi Yasa.

Dikatakan Suwandi Yasa, untuk anggota KIM ada 20 anggota yang sudah disahkan sesuai SK. Mereka tersebar di enam kecamatan dan sejumlah kelurahan. Setiap bulan anggota KIM pun sudah diberikan honor Rp200 ribu. “Memang kita masih terkendala anggaran, jadi sesuai kemampuan sementara kami bisa memberikan honor Rp200 ribu perbulan untuk masing-masing anggota KIM, ” ujar pria asal Buleleng ini.

Baca juga :  Stikom Optimalisasi Kampus Merdeka dan Pertahankan Prestasi

Sehari-hari KIM banyak menerima rilis tentang kegiatan Pemkot Mataram. Selain itu, mereka juga mempublikasikan berita dari lingkungan sekitar. ” Jadi berita yang di posting secara online ini tidak hanya rilis kegiatan pemerintah, mereka juga membuat berita sendiri tentang keadaan wilayah masing-masing,” katanya.

Ditambahkan seluruh anggota KIM sudah mendapat pelatihan jurnalistik. Sehingga karya yang dikeluar memang karya jurnalistik. Diakui keberadaan KIM sangat efektif mengkonter berita hoaks (bohong). Bahkan salah satu anggota KIM mendapat kesempatan studi banding ke Malaysia.

Baca juga :  Desa Lodtunduh Kembangkan Konsep Wisata Ini

“Berita dari KIM juga ada yang mengkritisi tentang jalannya Pemerintahan Kota Mataram, tapi itu tidak apa demi menyempurnakan jalannya pemerintahan terutama untuk pelayanan,” tandasnya. (116)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini