Padangsambian Kaja Sukses Turunkan Angka Positif Covid-19, Begini Kiatnya

Padangsambian Kaja Sukses Turunkan Angka Positif Covid-19, Begini Triknya
Perbekel Padangsambian Kaja, I Made Gede Wijaya

SEMBILAN bulan lebih berjuang melawan virus corona, tanda-tanda virus tersebut segera pergi tak kunjung terlihat. Di Denpasar, jumlah kasus terkonfirmasi positif masih terus bertambah. Padahal razia protokol kesehatan (prokes) gencar dilakukan tim yustisi di sejumlah titik. Akibatnya, beberapa wilayah di Denpasar masuk zona oranye bahkan ada yang merah. Namun perlawanan belum berakhir. Selain menggencarkan razia prokes, beberapa desa dan kelurahan mengaktifkan satgas penanganan covid-19 masing-masing untuk turun memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat.

Seperti yang dilakukan Desa Padangsambian Kaja. Sempat masuk zona merah, kini angka terkonfirmasi positif di Padangsambian Kaja perlahan mulai bisa ditekan. Sosialisasi dan edukasi disiplin prokes 3 M (Mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak) tak hanya dilakukan di tempat-tempat yang berpotensi memicu kerumunan. Melalui Satgas Gotong Royong(GR) Covid-19 Desa Padangsambian Kaja bersama kepala dusun (kadus) di masing-masing lingkungan, setiap rumah didatangi dan penghuninya diedukasi.

Baca juga :  Koster Pertegas Syarat Masuk Bali, Juga Larang Pesta Tahun Baru

”Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan di masing-masing rumah warga, balai banjar, di pura maupun tempat umum sekarang sudah berjalan dengan baik. Dengan sosialisasi ke rumah-rumah, kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes yakni 3M juga meningkat,” terang Perbekel Padangsambian Kaja, I Made Gede Wijaya, Kamis (3/12/2020).

Berkat kegigihan tim tersebut, lanjut Wiajaya, Desa Padangsambian Kaja yang sebelumnya sempat masuk zona merah penularan Covi-19 , perlahan turun ke status oranye dan kini sudah berada di zona kuning. “Ini semua karena masyarakat tertib dan taat menjalankan prokes sehingga angka positif covid-19 di Desa Padangsambian Kaja turun. Kami minta di kehidupan normal ini masyarakat tidak berkerumun yang berpeluang menularkan covid-19,’’ sarannya.

Lebih lanjut dikatakan Wijaya, angka positif di wilayah Desa Padangsambian Kaja 108, dari jumlah penduduk (baik penduduk asli maupun krama pendatang) sebanyak 18.000 lebih. Dari jumlah positif tersebut, tiga orang menninggal.

Baca juga :  Desa Adat Tanjung Bungkak Bangun Papan Nama Beraksara Bali

Untuk memastikan prokes benar-benar diterapkan warga, aparat desa seperti kadus, pecalang dan prajuru banjar didukung Pemkot dan Pemprov, rutin melakukan pengawasan dan penjagaan secara ketat. ’’Kita terus melakukan pendataan penduduk pendatang sekaligus memberi pencerahan terkait prokes.  Penjagaan yang dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah penyebaran virus corona. Apalagi Desa Padangsambian Kaja merupakan wilayah terbuka bagi penduduk pendatang, sehingga prokes harus benar-benar ditaati,’’pungkasnya. (sur)

Baca juga :  Jogging Track Subak Kerdung Ditutup Sementara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini