Cari Sinyal, Siswa di Banjar Penyaban Belajar Daring di Tegalan

Picsart 12 03 09.25.13
JARINGAN INTERNET - Anak-anak di Banjar Penyaban, Desa Sekartaji, Nusa Penida yang sekolah di SDN 2 Tanglad harus mengejar signal hingga ke tegalan lantaran keterbatasan jaringan internet.

Semarapura, DENPOST.id

Tidak semua siswa di Kabupaten Klungkung ternyata bisa mengikuti pembelajaran dengan sistem daring di masa pandemi Covid-19. Seperti terlihat di Banjar Penyaban, Desa Sekartaji, Nusa Penida. Anak-anak di Banjar Penyaban yang bersekolah di SDN 2 Tanglad harus mengejar sinyal hingga ke tegalan lantaran keterbatasan jaringan internet.

Kondisi ini, diakui Perbekel Sekartaji, Made Carma, Kamis (3/12/2020). Menurut Carma, anak-anak di Banjar Penyaban, Desa Sekartaji yang bersekolah di SD Negeri 2 Tanglad kerap harus belajar di tegalan. Mereka biasanya berkumpul di tegalan yang posisinya berada di dataran tinggi, sehingga memudahkan untuk mendapat jaringan internet.

“Ada beberapa tempat di Sekartaji yang masih tidak ada sinyalnya. Mungkin karena tempatnya di dataran rendah sehingga ada yang blank spot. Tidak merata sinyal internetnya di sini,” ujarnya.

Made Carma menyampaikan dalam kondisi demikian, anak-anak akhirnya memilih belajar di tegalan. Walaupun dinilai tidak nyaman, karena di ruang terbuka tidak ada tempat duduk dan juga kerap banyak nyamuknya.

Baca juga :  Maling Sikat Enam Karung Gabah di Penggilingan Padi

“Mungkin di tegalan itu kan lebih tinggi jadi gampang cari sinyalnya dan agak terbuka. Padahal semestinya kan pasti enakkan belajar di rumah. Kalau di tegalan tidak nyaman ada nyamuk dan tidak ada tempat apalagi di Nusa juga lagi hujan-hujan,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, sejatinya anak-anak sekolah bisa saja memanfaatkan sinyal internet di kantor desa yang selalu lancar. Namun, lokasi kantor desa yang sangat jauh dari rumah-rumah siswa, pilihan tersebut tentu tidak bisa menjadi solusi.

Baca juga :  Di Buleleng, Seluruh PMI yang Datang Sebulan Terakhir akan Jalani Rapid Test

“Di kantor desa bagus dan normal sinyalnya. Tapi anak-anak dari Banjar Penyaban tidak bisa menjangkau karena jaraknya jauh kalau ke kantor desa lebih dari 5 kilometer,” imbuhnya.

Agar persoalan ini tidak berlarut-larut, Made Carma pun sangat berharap pemerintah melalui instansi terkait cepat turun tangan untuk jaringan internet di Desa Sekartaji supaya merata, sehingga anak-anak tidak kesulitan lagi ketika mengikuti pembelajaran daring.

“Yang pasti kalau bisa segera diperkuat dan dibantu agar semua dapat jaringan internet. Kalau bisa mungkin dibantu agar perbanjar ada jaringan internet,” harap Made Carma.

Sementara Kadis Kominfo Klungkung, Wayan Parna mengakui masih ada beberapa wilayah di Nusa Penida yang mengalami blank spot. Untuk mengatasi hal ini diperlukan koordinasi dengan provider untuk menguatkan sinyal di area tersebut. Hanya saja, menurut Wayan Parna belum ada pihak provider yang mau melakukannya dengan alasan orientasi bisnis yang tidak terlalu menguntungkan.

Baca juga :  Pasar Galiran akan Ditutup Tiga Hari

“Kami di Pemkab masih mencari solusi agar secepatnya wilayah Nusa Penida bisa tercover jaringan telekomunikasi,” katanya.

Sebelumnya, situasi yang dialami anak-anak di Banjar Penyaban, Desa Sekartaji ini sempat diviralkan salah satu akun di media sosial Facebook. Akun tersebut memajang potret anak-anak yang sedang giat belajar daring di atas sebuah balai bambu yang berlokasi di perkebunan. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini