Aktivitas Ekonomi dan Keagamaan di Besakih Dirancang Selaras

0
6
Picsart 12 06 06.49.00
TINJAU - AA Ngurah Adhi Ardhana saat meninjau rencana perlindungan kawasan suci Pura Agung Besakih.

Besakih, DENPOST.id

Barisan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di pintu masuk menuju Pura Agung Besakih tidak nampak dalam rancangan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Dalam program strategis Gubernur Bali, Wayan Koster itu, para pedagang akan disediakan lokasi strategis untuk berjualan.

Gapura hingga pura yang merupakan rangkaian perjalanan suci ke Pura Besakih juga akan direnovasi. Selama ini, perjalanan umat tidak runut lantaran akses ke beberapa pura belum optimal. Melalui pembangunan holistik ini, diharapkan kegiatan ekonomi dan keagamaan di Pura Besakih juga berlangsung selaras.

Baca juga :  Rp22 Miliar Penanganan Covid-19 Dianggarkan Lewat Perkada III, Ini Rinciannya

Itu dikatakan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, AA Ngurah Adhi Ardana saat meninjau Pura Agung Besakih bersama jajaran, Sabtu (5/12/2020). Turut hadir arsitek penataan kawasan Pura Besakih, Nyoman Popo Danes; Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha dan Kadis Perhubungan Provinsi Bali, IGW. Samsi Gunarta.
“Ini pembangunan yang betul-betul holistik. Dirancang sebagaimana konsep kawasan Pura Agung Besakih ini sejak awal. Ada banyak pura sebenarnya yang harus dilalui saat perjalanan suci,” terangnya saat meninjau.

Kepada Bendesa Adat, dia menekankan agar penataan UMKM ditata dengan baik agar tidak menimbulkan masalah sosial maupun ekonomi. Begitu pula dengan pelaku UMKM, dia berharap agar produk yang dijual juga sesuai kondisi keagamaan.
“Jangan sampai nanti ada yang di luar daripada kebiasaan kegiatan agama di Pura Besakih. Contohnya banyak, secara Agama Hindu, misalnya, tidak makan daging sapi, tentu bakso sapi (dihindari). Begitupula musik. Harus juga menghargai lingkungan. Ini program yang sangat baik,” ujar Politisi PDIP itu.

Baca juga :  Meski Keterbatasan Ekonomi, Seniman Gender Asal Waliang Buka Kursus Gratis

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, mengapresiasi perhatian pemerintah kepada Pura Agung Besakih. Dia berharap agar pembangunan ini mendapat restu sekala niskala, sehingga berjalan lancar. Dia menyebut konsep keselarasan ekonomi dan keagamaan berdampak baik bagi warga.
“Pura Agung Besakih ini dijaga kesuciannya. Kami juga akan mendapat kunjungan tamu (wisatawan). Namun dengan tetap menaati aturan, di mana boleh, di mana tidak boleh,” sebutnya. Dia juga telah mengajukan pembangunan kios ukuran 4 meter x 6 meter sebanyak 471, serta standar jasa penyedia payung.

Baca juga :  Gede Dana Ajak Kibarkan Semangat GR Lawan Pandemi

Dia menyebut, dari aspek sosial, Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih ini sangat membantu warga setempat. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini