Tumpek Kandang, Kawanan Monyet di Uluwatu Nikmati Suguhan Buah

0
9
Picsart 12 06 01.55.20
ATRAKSI WISATA - Kawanan monyet yang menyerbu gebogan berisikan buah saat tumpek kandang di Uluwatu menjadi atraksi wisata bagi pengunjung.

Kutsel, DENPOST.id

Tumpek kandang rupanya ditunggu-tunggu kawanan monyet di Uluwatu. Sebab, dalam momen upacara yang digelar setiap enam bulan sekali, kawanan monyet ini mendapat suguhan gebogan buah yang dinikmati beramai-ramai.

Seperti halnya upacara tumpek kandang yang digelar Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu bersama desa adat dan pihak Pura Jro Kuta, Sabtu (5/12/2020).

Dua gebogan yang disediakan berisi buah-buahan ini pun diserbu kawanan monyet. Momen ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung di kawasan ini. Bahkan tidak sedikit dari mereka melakukan swafoto dengan latar gebogan dan monyet yang menikmati aneka buah di objek wisata itu.

Baca juga :  Hasil Rapid Test di Sayan Baleran, 12 Warga Hasilnya Reaktif

Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana menjelaskan hal ini sebagai implementasi konsep Tri Hita Karana, yakni hubungan harmonis manusia dengan binatang. Di mana diwujudkan melalui persembahan gebogan buah kepada monyet yang ada di Uluwatu. Hal ini juga dikaitkan dengan  konsep pariwisata, yakni Clean, Health, Safety dan Environment(CHSE).

“Environment, yaitu terkait dengan lingkungan. Kami menghormati monyet yang ada di sini dengan memberikan gebogan berisikan buah setiap 210 hari. Meskipun dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, upacara tetap kami laksanakan tanpa ada halangan dengan tulus iklas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujat Wijana.

Baca juga :  Selain Kebakaran, Diskarmat Badung Juga Tangani Ini

Sementara Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta memaparkan kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap 210 hari, yakni dengan memberikan persembahan pada kawanan monyet yang ada di jaba Pura Luhur Uluwatu.

Pengempon Pura Luhur Uluwatu, IGN Jaka Pratidnya yang juga Penglingsir Puri Agung Jro Kuta menambahkan upacara ini merupakan bentuk dari sinergitas budaya, alam dan binatang. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini