Langgar Prokes, Puluhan Warga Didenda Tim Yustisi

Konsep Otomatis
DIDENDA – Tim Yustisi Kota Denpasar mendenda tiga orang warga luar Denpasar sekaligus diberi masker saat terjaring dalam razia protokol kesehatan (prokes) di Jl. Cokroaminoto-Jl. Gunung Galunggung Denpasar, Senin (7/12/2020).

Ubung Kaja, DenPost

Tim Yustisi Kota Denpasar mendenda 28 warga dan lima orang diberi peringatan karena salah memakai masker terjaring dalam razia penerapan disiplin dan protokol kesehatan (prokes) di Jl. Cokroaminoto-Jl. Gunung Galunggung, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Senin (7/12/2020)

”Kami hari pertama mulai masuk kerja menggelar operasi gabungan prokes di perbatasan Kota Denpasar dengan Kabupaten Badung. Ternyata banyak premotor dari luar bepergian ke Denpasar tanpa memakai masker dan pakai masker di bawah dagu,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga didampingi Kabid Penegak Perda I Made Poniman.

Baca juga :  Mudahkan Pelanggan, Auto 2000 Denpasar Berikan Layanan Program Ini

Anom Sayoga mengungkapkan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan, TNI, Polri terus menggelar razia prokes guna pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19. Karena virus corona di Denpasar hingga saat ini belum bisa dibendung sehingga wilayah Denpasar masuk zona oranye pandemi Covid-19. Apalagi masih banyak masyarakat mengabaikan prokes dengan bosa terlalu lama memakai masker.

”Denda yang kami atuhkan kepada pelanggar prokes bukan semata-mata memberatkan masyarakat di masa pendemi virus corona. Namun mengajak masyarakat tetap disiplin dan patuh terhadap prokes agar terhindar dari penularan virus corona,’’ ujarnya.

Dia mengaku, setiap razia prokes ada pelanggar tidak memakai masker dengan alasan jenuh dan bernapas terganggu. Tapi tidak boleh mengabaikan prokes karena virus corona masih ada. Pelanggar tanpa masker langsung diberikan masker demi keamanan diri sendiri maupun orang lain. Warga yang terjaring ini kebanyakan bekerja di Denpasar mengawali masuk kerja dari Senin hingga Jumat mobilitas cukup padat.

Baca juga :  Tangani Gejolak Penolakan Hare Krishna, PHDI Kedepankan Dialog

”Kita harus taat dan patuh menjalankan prokes. Apalagi sudah 8 bulan lebih bergelut dengan pandemi Covid-19. Sedikit lengah semuanya tidak ada artinya karena pemerintah bersama elemen masyarakat sudah bekerja ekstra keras menanggulangi pandemi Covid-19 ini,’’ ucapnya.

Anom Sayoga menyatakan, selama belum ada vaksin menyembuhkan virus corona hanya lewat 3M (memakai masker, mencuci tangan dan mengatur jarak dengan pola hidup sehat dan bersih. Hanya ini paling mapuh menangkal penularan virus corona. Kalau masyarakat mengabaikan prokes dikhawatirkan bisa tertular lebih cepat. ”Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, pengsuha dan pedagang menerapkan prokes dengan disiplin sehingga bisa beraktivitas dengan baik. Walau kita dihadapkan dua masalah yakni masalah kesehatan dan ekonomi terpenting masyarakat sehat dan bugar. Kalau masyarakat sehat ekonomi kembali pulih dan bangkit,’’ ucap Anom Sayoga. (103)

Baca juga :  Di Denpasar, 10 Pasien Sembuh dan Terpapar 5 Orang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini