KPU Fasilitasi Pemilih Rawat Inap Dengan Prokes Ketat

Picsart 12 07 07.31.16
PASIEN SEMBUH - Pasien Covid-19 yang sembuh dipulangkan, Senin (7/12/2020)

Negara, DENPOST.id

Pemilih yang menjadi pasien rawat inap akan tetap difasilitasi KPU Jembrana saat pemungutan suara, Rabu (9/12/2020). KPU Jembrana membuka ruang untuk para pemilih yang sedang menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) untuk memberikan hak suaranya dengan prokes ketat.

Khusus untuk di RSU Negara yang juga menjadi RSU rujukan Covid-19, KPU memfasilitasi tiga pendamping yang nantinya bertugas melakukan pemungutan di RSU Negara.

Ketua KPU Jembrana, Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Senin (7/12/2020)
mengatakan terkait pemilih yang menjalani rawat inap, baik di faskes maupun di tahanan, baik polres hingga polsek tetap akan difasilitasi. Khusus di RSU Negara, menurut dia, KPU sudah diberikan data dan menunggu update (data yerbaru) pasien rawat inap di RSU Negara. Termasuk yang menjalani isolasi terkait Covid-19.

Menurut Sudiantara, pihaknya hanya tinggal menunggu surat balasan dari RSU.
KPU menurutnya tetap memfasilitasi, dengan tidak mengabaikan pemilih di TPS itu sendiri. Pihaknya berharap seluruh data yang diminta di semua faskes inap maupun di tempat lain bisa dikirim semua. Data terbaru ini perlu karena bisa saja pemilih sudah selesai menjalani rawat inap saat pencoblosan.

Baca juga :  Di Jembrana, 22 Orang Terpapar Covid-19 dan Satu Pasien Meninggal

Sementara Plt. Direktur RSU Negara, I Gusti Bagus Oka Parwata di sela-sela pelepasan 15 pasien Covid-19 mengatakan untuk pemilihan di RSU Negara dari KPU sudah berkordinasi dan bersurat. Menurut dia, untuk selanjutnya pada H-1 pencoblosan RSU akan memberikan jawaban data pasien yang ada di RSU termasuk diisolasi.

Khusus untuk di ruang isolasi, RSU Negara telah memberikan kajian apabila tanpa APD lengkap, tim medis tidak mengizinkan untuk mengambil suara di ruang tersebut. “Kajian kami kalau KPU tidak menyediakan APD lengkap bagi petugas yang masuk ke ruang isolasi, kami tidak mengizinkan masuk karena berbahaya resiko penularan. Keputusannya bagaimana kami serahkan ke KPU, ” ujarnya. (120)

Baca juga :  Polisi Tangkap Dua Orang Perampas HP Khusus Bule

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini