Pimpin Rapat Staf Lengkap, Suwirta Dorong OPD Tingkatkan Ini

0
4
Picsart 12 07 07.33.22
RAPAT STAF - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Wabup, Made Kasta, saat memimpin rapat staf lengkap di ruang rapat Praja Mandala, Senin (7/12/2020).

Semarapura, DENPOST.id

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memimpin rapat staf lengkap di ruang rapat Praja Mandala, Senin (7/12/2020). Rapat yang juga disiarkan secara live ke seluruh OPD ini turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta dan Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra.

Dalam pidatonya, Bupati Suwirta mengingatkan seluruh pegawai untuk meningkatkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap Kabupaten Klungkung. Menurut dia, rasa ini harus dimiliki semua komponen utamanya pegawai pemerintah daerah. “Seluruh pegawai mesti bersatu dengan Pemerintah Daerah, yaitu bupati dan wakil bupati yang telah dipilih oleh rakyat,” kata Suwirta.

Selain itu, Suwirta merasa selama ini seluruh pegawai, baik PNS maupun pegawai kontrak sudah jarang membaca dan membagikan berita-berita kegiatan pemda. Padahal, menurut dia publikasi sangat penting, sehingga progres dan capaian pembangunan Kabupaten Klungkung diketahui masyarakat luas.

“Dari sekitar 7.000 pegawai belakangan ini sangat sedikit yang ikut membagikan. Apalagi membaca semua kegiatan pemda yang diposting di sosial media. Publikasi sangat penting untuk memperlihatkan perkembangan dan capaian yang telah diraih Kabupaten Klungkung, sehingga masyarakat luas akan semakin mengenal Kabupaten Klungkung,” ujarnya.

Baca juga :  Petani Rumput Laut di Nusa Penida Sumringah, Ini Penyebabnya

Terkait catatan aset, Suwirta mengintrusikan seluruh OPD untuk membuat data penyusunan aset, pemeliharaan aset dan umur ekonomis barang, serta menghapus secepatnya aset barang yang telah rusak. Semua barang masing-masing kantor harus didata lebih sering dan setiap barang ditempelkan kartu identitas barang. Inventaris barang juga supaya dilakukan setiap tahunnya oleh petugas pengelola aset.

Sementara kepada Dinas Pendidikan, bupati asal Ceningan ini juga menginstruksikan untuk segera menyelesaikan inventarisasi gedung- gedung sekolah terutama di Nusa Penida. Menurut dia, banyak gedung tidak diinventarisir dan telah rusak. Gedung rusak ini bahkan ada yang masih dipakai sekolah.

“Seharusnya penghapusan aset jangan menunggu habis masa ekonomisnya. Segera hapus barang yang telah rusak. Sedangkan gedung sekolah yang rusak dan masih dipakai agar segera dilaporkan untuk diperbaiki. Saat bedah desa kemarin masih saya temukan ada sekolah yang gedung lantainya telah rusak dan sampai bertanah karena lama tidak diperbaiki,” ungkapnya.

Baca juga :  Diduga Depresi, Seorang PNS di Klungkung Tewas Gantung Diri

Mengenai realisasi serapan anggaran, Suwirta ingatkan OPD supaya grafik serapan anggaran harus tinggi diawal tahun dan mulai Desember ini supaya sudah dimulai lelang dini. Pihaknya juga mengaku mulai tahun 2021 akan terus memantau serapan anggaran masing-masing OPD. Seluruh kepala OPD juga diingatkan harus mampu mengevaluasi di intern OPD dan tidak hanya menunggu pemeriksaan dari BPK.

Mengenai pegawai tenaga kontrak, pihaknya juga mewajibkan pada setiap perpanjangan kontrak harus dilengkapi dengan raport. Kepala OPD juga diingatkan supaya tidak ada pegawai kontrak yang menganggur atau tidak ada pekerjaan. Jika satu OPD merasa kelebihan tenaga kontrak supaya dipindahkan ke OPD lain yang volume pekerjaannya lebih banyak. “Dalam penerapan e-jasa nanti, akan ada kemungkinan pegawai kontrak yang rajin bekerja bisa mendapatkan gaji standar UMP Rp2,5 juta. Namun kepada pegawai yang malas atau pekerjaannya kurang, maka biarkan mereka dapat sedikit,” ujar Suwirta.

Baca juga :  Kabel Tertimpa Layangan, Listrik di Gianyar Padam

Seluruh OPD juga diingatkan untu kembali menciptakan program inovasi. Program dibuat dengan simple dan benar-benar dibutuhkan dalam mengatasi persoalan di masyarakat, namun dengan dana yang efisien. Menciptakan program inovasi, menurut bupati tidak harus yang ruwet. Karena semakin diformalkan maka inovasi akan lama tercipta. Selaku ASN didorong supaya mampu mengenali potensi dan permasalahan yang ada. Dengan adanya rasa itu, maka inovasi akan cepat tercipta. “Meskipun masa kerja kami masih tiha tahun, tetapi saya tidak akan mengendorkan kinerja saya. Bahkan saat H-1 pun akan tetap kencang,” tegasnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini