23 Desa di Buleleng Sudah Stop Buang Air Sembarangan

Picsart 12 07 08.46.13
DESA ODF - Deklarasi Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng menjadi desa ODF di Gedung BUMDesa Dwi Amertha Sari, Senin (7/12/2020).

Singaraja, DENPOST.id

Sebanyak 23 desa yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng telah mendeklarasikan dirinya menjadi desa Open Defication Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

Hal tersebut terungkap, saat deklarasi Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng menjadi desa ODF di Gedung BUMDesa Dwi Amertha Sari, Senin (7/12/2020).

Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, I Putu Karuna menjelaskan perilaku hidup bersih dan sehat di saat pandemi ini sangatlah penting. Di samping untuk meningkatkan kualitas hidup, juga mewujudkan kesehatan yang optimal. “ODF merupakan ajakan untuk tidak ada lagi masyarakat buang air besar sembarangan (BABS) dan selalu cuci tangan pakai sabun (CTPS). Ini adalah cerminan desa sehat dan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit yang diakibatkan oleh perilaku BABS dan stunting,” jelasnya.

Tujuan dari deklarasi ini, yakni menuju desa sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). STBM adalah masyarakat telah melaksanakan sanitasi total dalam kehidupannya sehari–hari. Mewujudkan hal tersebut, tentunya butuh proses dan dukungan semua pihak. “Melalui pembinaan–pembinaan ke masyarakat, di samping ketersediaan sarana sanitasi yang memadai tentunya peran lintas sektoral dan lintas program sangatlah penting guna mencapai desa yang bersih, aman, nyaman dan sehat dari kotoran manusia,” ujarnya.

Baca juga :  Aktifkan Dapur Umum Gotong-royong, Sehari Siapkan 1.000 Nasi Bungkus Gratis

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Buleleng, Gede Suratanaya mengatakan deklarasi ODF ini masih terus berlangsung hingga tahun 2021. Tercatat di tahun sebelumnya ada tujuh desa ODF. Beberapa hari ke depan akan ada tambahan dua desa lagi yang mendeklarasikan dirinya menjadi ODF. “Upaya tersebut terus dilakukan, mengingat Kota Singaraja berhasil meraih penghargaan Kota Sehat 2019 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI kategori Swastisaba Padapa,” katanya. (118)

Baca juga :  TEST DNA UNTUK PASTIKAN AYAH BAYI DALAM KARDUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini