Tanpa TPS Khusus, Begini Proses Pencoblosan di Rutan Bangli

0
4
Tanpa TPS Khusus, Begini Proses Pencoblosan di Rutan Bangli
HAK PILIH - WBP Rutan Bangli yang menggunakan hak pilihnya saat Pilkada Bangli 2020, Rabu (9/12/2020). DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangli, dan Lapas Narkotika (Lapastik) Bangli merupakan lembaga yang tak mendapat TPS khusus dalam pilkada serentak, Rabu (9/12/2020). Ketiadaan TPS khusus ini lantaran jumlah pemilih dari kedua tempat tersebut sedikit, di bawah 50 orang. Kendati demikian pencoblosan tetap dilakukan dan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Bangli tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, petugas PPS datang langsung menemui para WBP ini di atas pukul 12.00.

Tak ada perbedaan dengan adanya TPS khusus, proses pemilihan baik di rutan maupun Lapastik Bangli juga sama dengan yang di luar. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan. WBP yang punya hak pilih, seperti biasa harus mengenakan masker, mencuci tangan, kemudian menggunakan penyanitasi tangan (handsanitizer). Selanjutnya suhunya dicek petugas, baru diberikan sepasang selop tangan plastik. Selama pencoblosan slop tangan ini harus dikenakan, baru dilepas saat petugas PPS meneteskan tinta pada jari WBP sebagai tanda sudah menggunkan hak pilih.

Baca juga :  Buka RKDK, Paket Bangsa Nabung Rp 500 Ribu, Tepat Buat Giro Rp 50 Juta

Karutan Bangli, Made Suwendra, mengatakan, WBP Rutan Bangli yang punya hak pilih dalam Pilkada Bangli sebanyak 24 orang, terdiri dari 22 laki-laki dan 2 orang WBP perempuan. “Tak ada TPS khusus, KPPS dari TPS 6  Kelurahan Kawan yang datang langsung ke sini (rutan). Dan, semua WBP yang punya hak pilih sudah menggunakan hak pilihnya,” kata Suwendra didampingi Humas Kemenkumham Bali, Putu Surya Darma.  Sedangkan di Lapastik Bangli jumlah WBP yang punya hak pilih hanya 2 orang. (128)

Baca juga :  Pelajar SMP Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini