BNN Denpasar Nilai Pararem Efektif Kendalikan Peredaran Narkoba

0
6
BNN Denpasar Nilai Pararem Efektif Kendalikan Peredaran Narkoba
Ketua BNN Kota Denpasar, AKBP Sang Gde Sukawiyasa

Dangin Puri, DENPOST.id

Pararem yang berisikan sanksi adat terhadap penyalahguna narkoba menjadi bentuk sinergi BNN Kota Denpasar bersama Desa Adat di Kota Denpasar. Ketua BNN Kota Denpasar, AKBP Sang Gde Sukawiyasa, menyebutkan, terobosan ini efektif mengendalikan peredaran narkoba khususnya di Denpasar.

Itu ia sampaikan saat rilis akhir tahun di Kantor BNN Denpasar, Jalan Melati Nomor 21, Kota Denpasar, Bali, pada Selasa (8/12/2020). “Saat ini terdapat 28 Desa Adat yang telah menyusun dan melaksanakan pararem antinarkoba di Kota Denpasar dari total 35 desa adat. Sisanya dalam tahap penyusunan pararem,” ungkapnya.

Baca juga :  Nelayan Ditemukan Mengambang di Pantai Sanur

Kata dia, efektivitas tersebut merujuk angka kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2018 menurun secara signifikan. Bagi dia, keberadaan desa adat sangat strategis mendukung BNN dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Terlebih unsur adat di Bali masih sangat dihargai oleh masyarakat.

Dalam penerapannya, kata dia, pararem itu tak pandang bulu meski sanksi berbeda antara warga asli dengan warga pendatang. Bahkan sanksi lebih tegas terhadap penduduk asli. Hal ini membuat Bali menjadi percontohan di BNN Pusat.

Baca juga :  Sidang Kasus Jerinx, Ini Kata Saksi Pelapor

“Misalnya untuk masyarakat adat setempat bisa menghaturkan guru piduka hingga tidak mendapat pelayanan, yang jelas tidak dengan denda uang. Untuk pendatang warga kos, kemarin kami laksanakan tes urine dan ada yang positif pegawai tempat hiburan malam, akhirnya tidak diperbolehkan tinggal di sana lagi,” bebernya.

Sukawiyasa menerangkan, berdasarkan data BNN dan Polresta Denpasar, di sepanjang tahun 2020 ada 231 kasus narkoba. Untuk wilayah Kota Denpasar, kasus narkoba didominasi wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Dari tahun 2018 ke tahun 2020, kasus yang awalnya 60.000 menjadi tersisa 15.000 kasus

Baca juga :  Hindari Kisruh, Disdikpora Denpasar Akan Terapkan Sistem ini pada PPDB 2020

“Kerawanan ada di Densel dengan 95 kasus dan Denbar ada 91 kasus, sisanya di tempat lain,” tuturnya. Lanjut dia, Densel dan Denbar telah melakukan upaya pencegahan bekerja sama dengan masyarakat, dinas dan deadat melaunching agen pemulihan, Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Desa Pemecutan Kelod menjadi salah satu desa binaan dalam program IBM. Ini merupakan bagian dari upaya mengedepankan kearifan lokal dengan menggandeng majelis desa adat, bendesa adat dan dinas terkait desa adat. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini