Parmas di Pilwali Denpasar Diprediksi Maksimal 60 Persen

0
4
Parmas di Pilwali Denpasar Diprediksi Maksimal 60 Persen
Ketua KPU Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya

Sumerta Klod, DENPOST.id

Pandemi Covid-19 memberi pengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat (parmas) dalam Pilwali 2020 di Kota Denpasar. Meski penyelenggara telah menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan, juga belum sepenuhnya meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya ke TPS yang melibatkan banyak orang.

Ketua KPU Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya, mengakui kondisi tersebut. “Dari beberapa TPS yang terpantau, itu tingkat kehadiran 50-60 persen. Secara total belum kami hitung, karena sedang berproses,” ungkapnya saat ditemui Kamis (10/12/2020) di kantornya.

Baca juga :  Pemerintah Pusat Setujui Hibah Pariwisata untuk Bali Senilai Rp1,183 Triliun

Dalam pelaksanaan Pilwali 2020, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan standar. Setelah pelaksanaan Pilwali pada Rabu kemarin, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap kasus.

Dia menyebutkan, pihaknya telah berupaya optimal dalam mendorong parmas agar sesuai dengan target Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni 85 persen. “Namun karena ini situasi pandemi, ada mungkin hal-hal yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk datang ke TPS. Kemarin rata-ratanya 50-60 persen,” ungkapnya.

Baca juga :  Jika Positif Covid-19, KPPS di Badung Langsung Diganti

Di balik kondisi itu, bagi dia, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat di Denpasar tetap sehat di tengah pandemi Covid-19. Dia berharap tidak ada pelonjakan kasus yang signifikan dalam dua pekan ke depan. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini