Gagal Panen, Harga Cabai di Bangli Mulai Naik

0
6
Gagal Panen, Harga Cabai di Bangli Mulai Naik
CABAI - Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul, Bangli yang memperlihatkan cabai yang saat ini harganya mulai melambung. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Seperti halnya cuaca yang tak menentu, begitu pula hasil pertanian yang dibarengi kondisi harga yang mengalami perubahan secara cepat. Cabai misalnya. Beberapa pekan lalu harganya anjlok hingga harga Rp 2.000 per kg. Kini perubahan drastis terjadi, di mana harga cabai di pasaran mulai naik. Di Bangli, saat ini harga cabai sudah menembus angka Rp 43.000 per kg. Lonjakan ini disebabkan banyak petani gagal panen. Tanaman cabai terserang penyakit sebagai dampak cuaca buruk.

“Cuaca ekstrem jadi pengaruhnya, sebentar panas sebentar hujan angin, tak menentu. Cabainya jadi rusak, busuk di pohon dan kerdil,” kata I Wayan Buda, salah seorang petani cabai asal Kintamani, Bangli, Jumat (11/12/2020).

Baca juga :  Karantina PMI Bangli di Kuta Dipertanyakan Warga Legian

Atas kondisi ini, harga cabai di pasaran pun melesat karena kelangkaan pasokan dari petani. Sebelumnya, harganya berkisar Rp 33.000 per kg, namun belakangan ini naik menjadi Rp 40.000 bahkan hingga Rp 43.000 per kg. Meski harga cabai naik di pasaran, namun petani tidak serta merta medapatkan untung besar. “Harganya memang naik, tapi produksi atau hasil pertanian kami di sini juga sedikit, tak maksimal,” ungkapnya.

Baca juga :  Polisi Telusuri Rumor Penolakan Anak Dipulangkan di Pasekan

Hal yang sama dikatakan Agung Eka, salah seorang pedagang di Pasar Kidul, Bangli. “Sebelumnya harga cabai memang sempat jatuh, namun kini malah melesat bak meteor,” akunya. Diperkirakan, kenaikan harga cabai akan terus terjadi, karena produksi petani jeblok. “Stok di pasaran memang sangat terbatas, kemungkinan banyak petani yang mengalami gagal panen,” duganya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan(PKP) Bangli, I Wayan Sarma saat dimintai konfirmasi menyebutkan, ketersediaan cabai di lapangan mulai menipis dan tentunya akan mempengaruhi harga. “Kalau musim penghujan seperti sekarang ini, tanaman cabai sangat rentan dengan serangan penyakit,” katanya. (128)

Baca juga :  Bangli Siapkan RSJ dan Gedung SKB Sebagai Tempat Karantina PMI

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini