Rakor Monev Program Dana Hibah Pariwisata Kedepankan Prokes

0
25
Picsart 12 11 09.59.24
HIBAH PARIWISATA - Asisten Administrasi Umum Cokorda Raka Dharmawan, saat mengikuti rakor monitoring dan evaluasi program hibah pariwisata tahun 2020, di Nusa Dua, Jumat (11/12/2020).

Nusa Dua, DENPOST.id

Sebanyak 96 kabupaten/kota mengikuti rapat koordinasi (rakor) monitoring dan evaluasi (monev) program hibah pariwisata tahun 2020, yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Grand Hyatt Bali Kawasan ITDC Nusa Dua, Jumat (11/12/2020).

Rapat yang dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) dibuka Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, didampingi Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo, serta Bupati Badung yang diwakili Asisten Administrasi Umum Cokorda Raka Darmawan yang ditandai dengan pemukulan gong disertai penyerahan cinderamata.

Acara ini juga diikuti secara vidcon oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Mochamad Ardian Noervianto; Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP, Salamat Simanullang; Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Boediarso Teguh Widodo; Inspektur Utama Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma beserta jajarannya.

Bupati Badung dalam sambutan ucapan selamat datangnya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Cokorda Raka Dharmawan menyampaikan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Badung menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan Pemerintah Pusat dalam membentuk program dana hibah pariwisata sebagai wujud perhatian, serta upaya akselerasi/ percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga :  Curi Motor, Pencuri Asal Sumba Hanya Perlu Tiga Detik

“Sebagaimana diketahui Kabupaten Badung sangat mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian disertai berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah. Oleh karena itu, adanya dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap segala sektor kehidupan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan dana hibah pariwisata di Kabupaten Badung mendapat dana hibah paling besar. Mengingat, pelaksanaanya diberikan batas waktu yang yang sangat relatif singkat disertai dukungan OPD telah melaksanakan monev untuk mengimplementasikan dana hibah pariwisata di Kabupaten Badung.
Disampaikan jumlah penerima hibah pariwisata di Kabupaten Badung sebanyak 1.233 usaha hotel dan 388 usaha restoran yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Badung Nomor 76/054/HK/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Badung Nomor 67/054/HK/2020 tentang Penetapan Hotel dan Restoran Penerima Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020. “Adapun dana hibah pariwisata di Kabupaten Badung sebesar Rp948.006.720.000 dan telah diterima sebesar 50%, yaitu Rp 474.003.360.000. Yang telah direalisasikan kepada usaha hotel dan restoran sebesar Rp398.708.505.681,84 dan sisanya sebesar Rp75.294.854.318,16 digunakan untuk kegiatan dalam penerapan protokol kesehatan agar lebih baik lagi,” ungkapnya.

Baca juga :  Bantuan Pemkab Gianyar, Bale Kulkul Berdiri di Pura Alas Purwo

Sementara Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo selaku ketua panitia mengatakan hibah pariwisata merupakan salah satu program stimulus pariwisata yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan total anggaran sebesar Rp3,8 triliun untuk pariwisata, terdiri dari Rp3,3 triliun untuk hibah pariwisata, Rp430 miliar anggaran dari Kementerian Perhubungan untuk mensuport aksesibilitas, insentif tambahan untuk membangun kepercayaan, serta melihat pasar sebesar Rp70 miliar.

“Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah untuk membantu pemerintah daerah, serta industri hotel dan restoran yang sedang mengalami finansial dan recovery penurunan pendapatan asli daerah akibat pandemi Covid-19, dengan jangka waktu pelaksanaan hingga Desember Tahun 2020,” terangnya.

Baca juga :  Jasa Pariwisata "Mati Suri", Krama Desa Adat Bualu Dapat Bantuan

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Utama Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyana dalam sambutannya  mengatakan pemberian dana hibah pariwisata ini merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Pusat bentuk kolaborasi dari Kementerian Keuangan terutama Kemendagri yang dikawal oleh BPKP .”Mari kita bersama-sama tetap harus disyukuri apa yang sudah diberikan oleh Pemerintah Pusat dengan berpedoman kepada data. Dengan adanya data, kita bisa mengimplementasikan suatu program apalagi program tersebut berkaitan dengan anggaran. Kami sangat berharap ini merupakan pelajaran buat kita semua, sehingga di kabupaten/kota juga bisa memulai untuk meningkatkan pengumpulan data-data yang terkait dengan tugas dan fungsi kita di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini