Berdayakan Lansia di Lebih Lewat Lomba

0
4
Picsart 12 13 04.15.18
LANSIA - Para lansia saat mengikuti sejumlah kegiatan di Aula Kantor Desa Lebih, Gianyar, Sabtu (12/12/2020).

Gianyar, DENPOST.id

Keberadaan lanjut usia (Lansia) menjadi perhatian serius dan prioritas Pemerintah Desa Lebih, baik dari segi pemenuhan sarana-prasarana maupun kebutuhan lainnya termasuk meningkatkan partisipasi kaum lansia dalam pembangunan desa. Seperti halnya pada lomba lansia di Aula Kantor Desa Lebih, Sabtu (12/12/2020).

Menggandeng LBH APIK Bali (Lembaga Bantuan Hukum – Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Provinsi Bali, Pemerintah Desa Lebih melaksanakan lomba foto, lomba membuat banten pejati, serta lomba pidato terkait hak dasar lansia yang seluruh pesertanya merupakan lansia se- Desa Lebih dari tiga banjar, yakni Banjar Lebih Kelod, Banjar Lebih Duur Kaja dan Banjar Kesian.

Baca juga :  Zaman Kali Yuga, Begini Jalan Selamat Menurut Lontar Catur Yuga

Kepala Desa Lebih, Ni Wayan Geria Wahyuni mengatakan selama kurun waktu setahun masa kepemimpinannya, keberadaan lansia di Desa Lebih menjadi salah satu perhatian dan menjadi program prioritasnya. Selain mengalokasikan dana di dana desa, upaya tersebut juga dilakukan dengan menggandeng pihak swasta maupun pemerintah kabupaten.

“Sekitar 50 lansia se-Desa Lebih sudah saya buatkan SK nya. Sehingga para lansia nantinya bisa ikut dalam Musrenbangdes dan menyampaikan apa saja yang mereka perlukan. Ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian kami,” kata Wahyuni.

Baca juga :  Lakalantas, Seorang Bidan Tewas

Sementara Ketua LBH APIK Bali, Ni Luh Putu Nilawati mengatakan awal program tersebut terdapat tiga provinsi di Indonesia dengan jumlah lansia terbesar, yakni Bali, Sumatera Utara dan Yogya. Untuk Provinsi Bali, APIK Bali memilih pelaksanaan program di Desa Lebih dan Desa Singapadu Kaler.

Ditambahkan Nilawati, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan para lansia tentang hak-hak dasar mereka sebagai lansia sesuai dengan UU No. 13 Tahun 1998 yang memuat 8 hak dasar lansia. Selain itu, di masing–masing desa dibentuk kelompok lansia berdaya, sehingga terdapat kader – kader lansia dan Posyandu Lansia di masing – masing desa yang benar – benar bermanfaat bagi lansia. (116)

Baca juga :  Tim Mabes dan Pamatwil Polda Bali Cek Pelaksanaan Nataru

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini