Selama Pandemi, 10.085 Debitur Manfaatkan KUR

0
5
Picsart 12 13 07.37.42
BPD BALI - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho bersama jajaran BPD Bali di The Royal Pita Maha, Ubud.

Sumerta Klod, DENPOST.id

Sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mempertahankan produktivitas UMKM saat pandemi, Bank Pembangunan Daerah Bali menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama tahun 2020 ini, BPD Bali mencatat 10.085 debitur memanfaatkan KUR untuk modal usaha.

Direktur Utama BPD Bali, Nyoman Sudharma, Minggu (13/12/2020) di Denpasar mengatakan KUR mendukung kebijakan Pemerintah RI sesuai Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Dia menerangkan kredit ini diutamakan kepada pelaku UMKM di Bali. Dana kredit itu, bersumber dari penempatan uang negara di Bank BPD Bali dengan jumlah sebesar Rp700 miliar yang kemudian wajib disalurkan berupa fasilitas kredit dengan total sebesar Rp1,4 triliun selama tahun 2020.

Baca juga :  Mr. X Mengambang di Pantai Desa Les

“Penyalurkan kredit difokuskan kepada UMKM dan sektor produktif lainnya melalui berbagai produk kredit Bank BPD Bali, termasuk KUR kepada debitur baru maupun debitur existing yang memerlukan tambahan modal kerja. Dari 10.085 debitur, 52,34 persen merupakan pelaku UMKM,” sambungnya.

BPD Bali juga mendukung program pemerintah untuk penyaluran KUR Super Mikro dengan plafon maksimal Rp10 juta dengan bunga 6 persen setahun. Kredit ini ditujukan kepada karyawan terkena PHK, serta ibu rumah tangga yang memiliki usaha produktif.

Baca juga :  Anggota Dewan Apresiasi Warga yang Berdonasi

Pemerintah Provinsi Bali juga memberi subsidi bunga tambahan sebesar 6 persen per tahun bagi debitur KUR, sehingga bunga yang ditanggung debitur KUR Bank BPD Bali adalah sebesar 0 persen sampai dengan akhir Desember 2020. “Sampai saat ini sebanyak 12.060 debitur KUR telah terbantu dengan adanya tambahan subsidi bunga sebesar total Rp37,2 miliar,” beber Sudharma.

Fasilitas serupa juga tetap diberikan kepada debitur UMKM non KUR, yakni sebanyak 5.105 debitur dengan total dana Rp8,6 miliar. Dia menambahkan, penyaluran kredit di tengah pandemi Covid-19, tetap stabil dan tidak melewati batas ketentuan. Sampai dengan November 2020, total kredit yang telah tersalurkan sebesar Rp19.08 triliun dengan share kredit produktif sebesar 45,63 persen. (106)

Baca juga :  Gubernur Nyatakan Penanganan Covid-19 di Bali Berjalan Baik

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini