Omzet Anjlok, Perajin Bokor Binaan BPD Bali Pertahankan Kualitas

Picsart 12 13 07.38.16
JAGA KUALITAS - Perajin bokor binaan BPD Bali, di Desa Bresela, Ubud berupaya tetap menjaga kualitas saat pandemi.

Gianyar, DENPOST.id

Perajin bokor di Desa Bresela, Ubud, Gianyar berupaya tetap eksis meski omzet turun drastik akibat pandemi Covid-19. Mereka tetap berproduksi dan menjaga kualitas produk, meski permintaan tak sekencang sebelum pandemi.

Perajin Sari Karya Utama, salah satu binaan Bank Pembangunan Daerah Bali yang tetap produktif.

Pemilik, Nyoman Kartana menyebutkan menjaga kualitas merupakan komitmen andalan dalam mengikuti ritme persaingan antarperajin. “Sebisa mungkin kami pertahankan kualitas. Mengikuti motif terbaru dan tetap menjaga campuran bahan. Sebelum dijual, kalau ada yang bolong-bolong kami tidak jual,” ujarnya.

Itu disampaikannya ketika dikunjungi Wakil Divisi Umum dan Kesekretariatan BPD Bali Pusat, Ni Nyoman Sri Utari Tresna dan jajaran, Jumat (11/12/2020) di rumah produksinya.

Baca juga :  Pohon Perindang Tumbang Macetkan Arus Lalin

Sembari meninjau proses pengecatan, Kartana mengatakan produk yang diproduksi meliputi bokor, dulang, sokasi dan bogem berbahan resin fiberglass.
Kartana yang saat itu didampingi istrinya, Ni Wayan Ekayanti mengatakan penurunan omzet tersebut berdampak terhadap penyusutan tenaga kerja lokal Payangan.

Sebelumnya, pihaknya mempekerjakan puluhan pekerja di bagian produksi. Kini, pekerja lokal yang diberdayakan bekerja apabila ada permintaan saja.

Sementara untuk produksi sokasi, relatif lebih cepat karena tahapannya lebih singkat. Setiap pekerja dapat memproduksi 50 buah dalam sehari. Ekayanti menambahkan dalam mengembangkan usaha yang digelutinya sejak 2018, dirinya sangat terbantu oleh BPD Bali, khususnya untuk permodalan.
Dia juga berterimakasih kepada BPD Bali yang telah memberikan relaksasi pembayaran kredit di tengah penjualan yang tak menentu.

Baca juga :  Swab PCR dan Keterangan Vaksin Jadi Syarat Masuk Bali

“Ya memang usaha ini tidak bisa modal sedikit. Untuk bikin satu jenis barang saja modalnya bisa puluhan juta bikin master ukirannya. Belum lagi bahan, satu drum Rp10 juta,” akunya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini