Pemahayu Jagat, Bupati Giri Prasta Mulang Pekelem

Picsart 12 14 11.19.08
PEMAHAYU JAGAT - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta bersama Seniasih Giri Prasta, saat menghadiri karya pemahayu jagat lan peneduh jagat di Pantai Geger, Desa Adat Peminge, Kuta Selatan, Senin (14/12/2020).

Kutsel, DENPOST.id

Pemerintah Kabupaten Badung kembali menggelar karya pemahayu jagat lan peneduh jagat, mapekelem, medasar tawur labuh gentuh (segara kertih) di Pantai Geger, Desa Adat Peminge, Kuta selatan, Senin (14/12/2020).

Karya yang bertujuan untuk memohon kerahayuan dan keharmonisan alam semesta ini, dihadiri Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta bersama Seniasih Giri Prasta, perangkat daerah Kabupaten Badung, bendesa adat, serta tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta mulang pekelem dengan wewalungan kebo dan kambing ke tengah laut.

Baca juga :  ODGJ, Mayat yang Ditemukan di Pantai Pura Sumur Kembar

Upacara tawur labuh gentuh dipuput Tri Sadaka, yakni Ida Rsi Bujangga Wisnawa Agung Suryayana dari Griya Candrakusuma, Dukuh Sengguan, Munggu, Ida Pedanda Gede Made Bukit Putra dari Griya Buda Purnawati Denpasar dan Ida Pedanda Gede Ketut Putra Timbul dari Griya Gede Kawi Purna Timbul Mengwi. Sedangkan upacara di Pura Geger dipuput Ida Pedanda Gede Genitaen Sanur dari Griya Ngenjung Keniten. Upacara juga diisi tari wali Topeng Sidakarya dan Wayang Lemah.

Bupati Giri Prasta dalam kesempatan tersebut menyampaikan upacara pemahayu jagat merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan di Kabupaten Badung, dengan tujuan untuk keseimbangan alam buana alit dan buana agung. Upacara pemahayu jagat yang dilaksanakan di Pantai Geger merupakan perwujudan sebagai simbul laut, karena laut merupakan alam yang melingkari daratan dan sebagai benteng, sehingga dapat menjaga stabilitas dan ketahanan kehidupan di buana agung untuk muwujudkan jagadhita, khususnya di wilayah Kabupaten Badung dan Bali umumnya.

Baca juga :  Di Tegallalang, Tradisi “Ngerebeg” Tolak Wabah

“Rangkaian upacara ini, kami Pemkab Badung telah melaksanakan ngaben bikul, upacara pemahayu jagat di Pantai Seseh dan sekarang segara kertih di Pantai Geger. Semoga melalui upacara segara kertih dan labuh gentuh ini, Ida Hyang Samudra/Hyang Baruna memberikan keseimbangan alam sekala dan alam niskala, sehingga merana yang asalnya dari laut akan kembali ke laut,” harap Giri Prasta. (a/113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini