Koster Pertegas Syarat Masuk Bali, Juga Larang Pesta Tahun Baru

0
23
Picsart 12 15 10.33.17
JUMPA PERS - Koster dalam jumpa pers merilis Surat Edaran No. 2021 Tahun 2020 pada Selasa (15/12) di Rumah Jabatannya.

Sumerta Klod, DENPOST.id

Peringatan akhir tahun 2020 dan perayaan Hari Raya Natal menjadi momentum pencegahan penularan Covid-19 di Pulau Bali. Itu ditandai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 yang berlaku 18 Desember mendatang. Surat itu resmi diumumkan Gubernur Bali, Wayan Koster, Selasa (15/12/2020) di Denpasar.

Koster yang saat itu didampingi kepala instansi terkait menyampaikan, surat tersebut berlaku selama perayaan Natal dan Tahun baru, yakni sejak 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Kebijakan ini menurutnya penting, sebab belakangan ini terjadi peningkatan kasus di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kemarin kami sempat rapat yang dipimpin Menko (Marvest). Ini atas pertimbangan kesehatan keselamatan dan keamanan, yang menurut Presiden adalah hal prinsip untuk keselamatan dan kemanusiaan,” terang Koster. Dia menerangkan bahwa ini berlaku kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang ke Bali.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Semprotkan Disinfektan di Zona Oranye

Salah satu ketentuan yang terdapat dalam regulasi itu, yakni PPDN yang datang ke Bali melalui darat wajib menyertakan diri hasil nonreaktif uji rapid antigen. Sedangkan bagi PPDN yang melalui pesawat udara, wajib melengkapi diri dengan hasil negatif uji usap berbasis PCR paling lama 2×24 jam sebelum berangkat.

Keterangan tersebut dapat berlaku selama 14 hari setelah dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan. Koster menilai perbedaan perlakuan tersebut masih wajar. Alasannya, karena kedua moda transportasi itu berbeda kelompok masyarakatnya. “Lebih rentan (pebularan PPDN melalui pesawat) dan pelakunya beda kelas,” terangnya.

Baca juga :  Sengketa Tanah di Sesetan, Oknum Aparat Ancam Gembok Paksa

Dia menyebutkan tetap mempersilakan warga luar Bali yang ingin berkunjung ke Bali. Dengan catatan mengindahkan aturan yang berlaku dalam mencegah penularan Covid-19. Dengan begitu, dia berharap PPDN dan masyarakat Bali aman dari penularan Covid-19.
“Order transportasi udara cukup padat ke Bali. Hotel juga. Ini kita antisipasi, hangan sampai kunjungan ini menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.

Aturan lainnya, setiap PPDN yang melaksanakan aktivitas selama Libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2020 wajib melaksanakan protokol kesehatan.
Serta, dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam dan/atau di luar ruangan, menggunakan petasan, kembang api, dan sejenisnya; dan mabuk minuman keras.

Baca juga :  Pengalihan Fokus APBD Percepat Pengendalian Covid-19 di Bali

“Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 2 dan angka 3 dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Perundang-undangan lainnya,” tutup Koster. Dalam penegakan aturan ini, dia juga meminta kepada Pangdam IX/ Udayana agar menggelar penertiban. (106).

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini