Satpol PP Denpasar Larang Perayaan Pesta Tahun Baru

0
9
Picsart 12 15 11.10.06
Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga.

Dauh Puri, DENPOST.id

Perayaan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, Satpol PP Kota Denpasar mengeluarkan imbauan bernomor 300/1697/Satpol.PP/2020. Imbauan yang dikeluarkan itu, karena pandemi Covid-19 belum usai dan masih terjadi penularan di Kota Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Selasa (15/12/2020) mengatakan ada beberapa dasar dikeluarkannya surat imbauan ini, yakni Peraturan Gubernur Bali NO. 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Kedua, yakni Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan ketiga, Peraturan Walikota Denpasar Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Untuk keempat, yakni Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Baca juga :  Lagi, Begal Asal NTT Bonyok Diamuk Warga

“Untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dan terselenggaranya kenyamanan dan ketertiban umum di Kota Denpasar pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, kami imbau kepada setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas selama libur hari raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 untuk mematuhi protokol kesehatan,” kata Sayoga.

Mereka wajib memenuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan air mengalir atau dengan hand sanitizer, membatasi interaksi fisik dan selalu menjaga jarak, tidak boleh berkerumun, serta membatasi aktivitas di tempat umum atau keramaian.

Baca juga :  Pekerja Pariwisata Wajib Dapat Perlindungan Jamsos Ketenagakerjaan

Pihaknya juga melarang keras menyelenggarakan pesta perayaan Tahun Baru, baik di dalam maupun luar ruangan. Selain itu juga dilarang keras menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya termasuk minuman keras. ‘’Jika nantinya ditemukan pelanggaran kami akan memberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 48 Tahun 2020 dan Peraturan Perundang-undangan lainnya, yaitu sanksi administratif, denda hingga menjalani sidang tindak pidana ringan,’’ ujarnya. (112)

Baca juga :  Didukung Tiga BUMN, Koster Salurkan 2.500 Paket Sembako

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini