Uji Usap Dipatok Rp 900, Uji Cepat Antigen Masih Digodok

0
18
Uji Usap Dipatok Rp 900, Uji Cepat Antigen Masih Digodok
TANGGAP COVID-19 - FGD Tanggap Covid-19 yang digelar Kelompok Media Bali Post pada Rabu (16/12) di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar.

Dangin Puri, DENPOST.id

Mencegah potensi penularan Covid-19 serangkaian perayaan Natal dan tahun baru 2021, Provinsi Bali menyediakan layanan uji usap (swab test) dan uji cepat (rapid test) bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang belum melengkapi diri dengan dokumen kesehatan. Para PPDN dapat menjalani uji di 11 rumah sakit rujukan.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Kadek Iwan Darmawan, Mph., usai menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kelompok Media BaliPost pada Rabu (16/11/2020) di Denpasar.

Baca juga :  Wisatawan Tiongkok Batalkan Kunjungan ke Bali, Begini Prediksi Kadisparda

Dia menerangkan, layanan ini dibayar secara mandiri oleh PPDN yang menjalani uji usap maupun uji cepat. “Untuk swab, kan sudah ada standarnya Rp 900 ribu. Untuk rapid antigen ini yang belum ada standar harga dari nasional. Mekanismenya masih digodok dan hari ini akan dirapatkan,” ujarnya.

Dalam rangka menyiapkan harga dan teknis uji cepat antigen, dia menerangkan ada sejumlah pilihan. Apakah diambil alih oleh laboratorium kesehatan Provinsi Bali atau akan menempatkan pihak ketiga. “Kami tidak ingin memberatkan masyarakat. Tentu harga pemeriksaan lab itu jangan terlalu memberatkan,” ujarnya.

Baca juga :  PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Dua Minggu, Denpasar Tunggu Ini

Menurutnya, harga ideal uji cepat antigen setara dengan uji cepat antibodi yakni Rp 150 ribu. “Ya tapi sekarang bergantung komponen-komponen yang mempengaruhi tarif itu. Rapidnya berapa, jasanya berapa, apakah ada subsidi dari pemerintah, semoga hari ini bisa klir siapa yang bisa melakukan layanan rapid ini,” harapnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini