Rentin Sebut SE Gubernur untuk Lindungi Bali

0
9
Rentin Sebut SE Gubernur untuk Lindungi Bali
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin

Denpasar, DENPOST.id

Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang kegiatan masyarakat selama libur Nataru, sejatinya diterbitkan untuk melindungi Bali agar tidak ada lonjakan kasus pascalibur Nataru. Hal itu ditegaskan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin, Rabu (16/12/2020). “Saya teringat statement saya di bulan Maret 2020, di awal-awal kita dikagetkan dengan Covid-19, saya katakan, tamu yang datang ke Bali harus tamu yang sehat. Artinya, tidak dilarang untuk datang ke Bali, tapi hanya warga yang sehatlah yang boleh berlibur ke Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, cara menunjukkan sehat di tengah pandemi Covid-19 adalah sekurang-kurangnya harus mengantongi hasil swab (uji usap) negatif berbasis PCR. Ini berlaku bagi warga yang datang lewat bandara. Sedangkan untuk pengunjung yang lewat pelabuhan, sesuai kebijakan nasional harus mampu menunjukkan hasil negatif dari uji rapid antigen. “Rapid antigen sesungguhnya memiliki grade atau angka akurasi mendekati swab PCR. Proses rapid antigen ini hampir sama dengan swab karena mengambil sample dari hidung juga. Hasilnya bisa diketahui dalam 15-20 menit. Ini akan diawasi sangat ketat oleh satgas di pelabuhan,” katanya.

Baca juga :  Dua Pekan, 70 Penjahat Dijebloskan ke Ruang Tahanan

Lebih lanjut dikatakan, Bali masuk 10 provinsi prioritas percepatan penanganan Covid-19. Karenanya Pemprov Bali didorong mengedepankan tiga strategi dalam percepatan penanganan Covid-19. Pertama strategi secara disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M (mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menggunakan masker dan menjaga jarak). “Pengawasan disiplin ini sudah dilakukan lewat operasi gabungan yang dilaksanakan unsur Satpol PP berkolaborasi dengan TNI/Polri, “ jelasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Lepas Penerbangan Kargo Perdana Denpasar-Hongkong

Kedua, Satgas Nasional mendorong Pemprov Bali menyiapkan tempat-tempat karantina bagi orang tanpa gejala (OTG). “Di awal September sempat klaster keluarga disinyalir memicu lonjakan kasus karena masih melaksanakan karantina secara mandiri. Ini dinilai kurang efektif. Oleh karena itu sejak 17 September 2020 Gubernur menugaskan kami untuk menyiapkan hotel sebagai tempat karantina bagi OTG. Ada 15 hotel yang disiapkan, termasuk di dalamnya 3 hotel bagi karantina tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit rujukan,” paparnya.

Baca juga :  Calon Penerima Vaksin Covid-19 Harus Penuhi Syarat Ini

Strategi ketiga, lanjut Rentin, mengupayakan dan mengoptimalkan perawatan, meliputi optimalisasi sarana dan prasarana karantina maupun isolasi di rumah sakit rujukan.

“Sejauh ini, tingkat ketersediaan tempat masih memadai. Adapun hal yang harus dipahami adalah bagi orang yang menunjukkan gejala Covid-19 harus mendapat perawatan di rumah sakit rujukan yang tersedia. Sedangkan untuk OTG dapat melakukan karantina di hotel-hotel yang sudah disiapkan. Jangan melakukan karantina di rumah, karena berisiko besar menularkan ke keluarga yang lain,” pungkasnya. (111)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini