Telat Lapor, Korban Penganiayaan di PT SJS Ungkap Hal Ini

0
10
Picsart 12 16 07.41.36
LOKASI PENGANIAYAAN - Halaman PT. SJS pengolahan ikan Tuna di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan yang menjadi lokasi penganiayaan.

Benoa, DENPOST.id

Polisi mengalami kesulitan mengungkap kasus penganiayaan yang menimpa Suwandi alias Ahan (40). Hal itu, dikarenakan Ahan pria berdarah Tionghoa itu, membuat laporan dua pekan usai kejadian.

Menurut Kapolsek KP3 Benoa Kompol Abdus Salim yang dikonfirmasi, Rabu (16/12/2020) penangkapan pelaku penganiayaan, yakni Hairudin (37) mengalami sejumlah kendala. Hal itu dikarenakan pelaku asal Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu telah bersembunyi dan menghilangkan barang bukti, yakni parang yang digunakan menebas korban. “Kami cukup heran. Mengapa korban dan pihak perusahaan tidak melapor ke polisi. Dan malah baru dilaporkan sekitar dua pekan usai kejadian, yaitu Minggu (13/12/2020),” ucapnya.

Baca juga :  Pencurian di Warung Viral di Medsos, Empat Remaja di Klungkung Ditangkap

Dilanjutkannya, jika saja kasusnya langsung dilaporkan usai kejadian kemungkinan pelaku bisa cepat ditangkap dan dicegah keluar dari Bali. “Kami yakini pelaku sudah pergi dari Bali. Kami masih kejar. Jika tak menyerahkan diri, maka akan kami tindak tegas,” kata Salim dengan nada mengancam.

Mengapa korban awalnya enggan melapor ke polisi ? Salim mengatakan korban juga merasa bersalah lantaran kerap memarahi pelaku saat bekerja. “Korban itu tidak mau melapor, karena merasa bersalah kepada pelaku. Tapi korban enggan menjelaskan kenapa sering memarahi pelaku, cuma dia (korban) bilang merasa bersalah sama orang itu,” imbuhnya yang mengutip keterangan korban.

Baca juga :  Pemilik SS Cair Asal Chili Disidang, Sodorkan Bukti Surat Keterangan Gangguan Jiwa

“Namun kita jelaskan lagi, kalau tidak dilapor nanti dia (pelaku) besar kepala karena telah melakukan pembacokan tersebut. Agar tidak terjadi hal yang sama, ya lebih baik dilaporkan saja ke kita (kepolisian),” tuturnya.

Salim mengungkapkan, kasus penganiayaan tersebut terjadi Selasa (1/12/2020) pagi. Peristiwa yang terjadi di halaman PT. SJS pengolahan ikan Tuna di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan itu, menyebabkan tangan kiri korban putus dan punggung mengalami luka serius. (124)

Baca juga :  Covid-19 Mewabah, Harga Pangan di Badung Mulai Naik

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini