Pelaku Wisata Sarankan “Swab Test” Ditanggung Pemerintah

0
6
Picsart 12 16 09.02.51
KEMBALI SEPI - Situasi bandara yang sempat ramai, diprediksi akan kembali sepi dengan adanya aturan yang mewajibkan wisatawan yang datang ke Bali via udara harus menunjukkan rapid test negatif.

Kuta, DENPOST.id

Kebijakan yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, di Bali dengan dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur, 15 Desember 2020, menghentak kalangan pelaku pariwisata Bali. Di mana, dalam aturan tersebut terpapar untuk yang bepergian ke Bali via udara wajib menunjukkan hasil swab test (uji usap) negatif. Sedangkan yang via darat menunjukkan hasil rapid test (uji cepat) negatif.

Bahkan dalam hitungan jam sejak dikeluarkan SE itu, banyak wisatawan yang membatalkan untuk liburan ke Bali.
“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa keputusan itu mendadak dikeluarkan dan tidak memperhitungkan psikis masyarakat Bali, khusunya yang baru bersiap siap mencari sesuap nasi lagi. Banyak yang baru buka usahanya dan harus gigit jari lagi,” ujar salah seorang pelaku pariwisata yang beraktivitas di Bandara Ngurah Rai, Nyoman Suharta, Rabu (16/12/2020).

Baca juga :  Dewan Badung Siap Potong Anggaran untuk Penanggulangan Covid-19

Keluarnya SE ini, sambung Suharta juga membuat wisatawan domestik lebih terkejut lagi. Bahkan, setelah hitung-hitungan pengeluaran beberapa di antaranya membatalkan liburannya ke Bali. “Menurut kami jika seperti ini, kenapa dana miliaran itu tidak dipakai saja untuk memberikan swab test gratis kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Bali,” sarannya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini