Syarat Berkunjung Ketat, Citra Pariwisata Bali Cepat Pulih

0
6
Syarat Berkunjung Ketat, Citra Pariwisata Bali Cepat Pulih
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Sumerta Klod, DENPOST.id

Terbitnya Surat Edaran Gubenur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 menuai kritik dari berbagai kalangan, utamanya warga net. Kebijakan ini dinilai timpang dengan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam menggerakkan sektor ekonomi. Sebab setelah SE itu terbut, sejumlah hotel khususnya hotel di Denpasar melayani pembatalan kunjungan.

Kondisi tersebut diakui Nyoman Kenak, pengelola Hotel The Jayakarta. “Wajib swab dan rapid jelas berpengaruh bagi kunjungan pariwisata, banyak yang cancel,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (17/12/2020). Namun, dia tak sepenuhnya menolak regulasi itu, sebab menurutnya esensinya adalah mencegah pelonjakan kasus Covid-19, yang pada akhirnya juga berimbas pada pemulihan citra pariwisata Bali.

Baca juga :  Cegah Pelanggaran, Dishub Denpasar Jaga Ketat Jalan Ini

Menurutnya, apabila tidak diatur, wisman akan membeludak ke Bali dan potensi kelalaian penerapan protokol kesehatan semakin tinggi. “Dengan SE ini, wisman yang taat aturan saja yang datang, sehingga penularan bisa ditekan. Maka kepercayaan terhadap Bali akan tumbuh, setidaknya tahun 2021,” terangnya.

Sejak diterbitkannya SE 2021 Tahun 2020, Nyoman Kenak mengaku telah menerima pembatalan kunjungan hingga 30 persen. Pihaknya belum menghitung secara pasti kerugiam akibat pembatalan tersebut, namun diprediksi mencapai puluhan juta.

Baca juga :  Penyerobot Lahan Pemkot Ditertibkan

Esensi regulasi tersebut yang mengedepankan keselamatan masyarakat Bali juga diungkapkan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Dalam pelantikan DPD HIPI Bali pada Rabu (16/12/2020) di Denpasar, dia menegaskan SE itu bukan melarang untuk pelaku perjalanan datang dan berkunjung ke Bali.

Tetapi hanya memberi syarat yang lebih ketat agar tidak menimbulkan penambahan kasus setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru. “Itu karena pertimbangan kami adalah menyasar dibukanya pariwisata mancanegara yang rencananya dibuka pada triwulan pertama tahun 2021,” katanya. Karenanya, lanjut Wagub, apabila ada penambahan kasus Covid-19 lagi di Bali maka harapan untuk mendapat kepercayaan bahwa Bali aman itu akan hilang. (106)

Baca juga :  Petugas Pasar Gunung Agung Perketat Pintu Masuk

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini