Belasan Gubuk Masih Bertahan di Eks Galian C, Penertiban Tunggu Ini

0
5
Picsart 12 17 07.51.28
GUBUG - Sejumlah gubug semi permanen masih menghiasi kawasan eks Galian C yang akan dibangun PKB, Kamis (17/12/2020).

Semarapura, DENPOST.id

Rencana Pemprov Bali, membangun Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C Klungkung sudah mulai berproses. Hal ini ditandai dengan proyek normalisasi Tukad Unda dan pembebasan lahan. Namun dibalik itu, rupanya masih ada belasan gubug semi permanen yang ditempati puluhan kepala keluarga (KK) bertebaran dan masih bertahan di lokasi tersebut.

Satpol PP dan Damkar Klungkung pun belum mengambil tindakan lantaran masih menunggu tahap pembebasan lahan tuntas.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta yang dikonfirmasi, Kamis (17/12/2020) mengakui ada gubuk-gubuk semi permanen yang masih ditempati warga berada di sisi timur jembatan By-pas IB Mantra. Di lokasi ini, sudah terdata ada sekitar 22 KK yang tinggal di gubug. Jumlah ini, diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat proses pendataan belum melibatkan semua warga yang bermukim di tempat itu.

Baca juga :  Mas Sumatri Memohon Sampai Menangis, Karantina di Sengkidu Akhirnya Diterima

“Jumlah itu, kita baru minta beberapa saja, ada warga yang dari Sampalan dan Gunaksa. Nanti kita koordinasi lagi dengan Perbekel Gunaksa. Itu lokasinya tepat di sisi timur jembatan menuju akses proyek Dermaga Gunaksa. Kalau yang di sisi barat dulu juga ada, tapi sekarang sudah bubar,” katanya.

Mengenai keberadaan puluhan KK tersebut, Putu Suarta mengatakan pihaknya belum mengambil tindakan. Sebab, masih menunggu proses pembebasan lahan tuntas. Jika semua lahan yang akan dipergunakan untuk proyek PKB sudah dibebaskan atau sudah terbayar, barulah Satpol PP akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau semua sudah terbayar nanti semuanya mau tidak mau, suka tidak suka kita harus tertibkan semua sesuai lokasi proyek-proyek itu. Apalagi kalau lahan yang ditempati kena (berada di kawasan proyek) suka tidak suka harus angkat kaki,” imbuhnya.

Baca juga :  Gandeng LPD, Desa Adat Kusamba Bagikan 1.046 Paket Sembako

Di samping masih menunggu proses pembebasan lahan, pejabat asal Br. Pegending, Desa Sangkanbuana ini juga menegaskan pihaknya belum mengambil tindakan lantaran warga yang bermukim di eks Galian C tersebut ada yang masih berstatus sebagai penyewa. Ada yang mengaku menyewa sebesar Rp50 ribu perbulan kepada pemilik lahan. Nanti, jika pembebasan lahan sudah beres, otomatis para penyewa tersebut bisa berkoordinasi dengan pemilik lahan yang ditempatinya.

Sementara salah seorang pemilik warung kelontong di area proyek PKB, Sukri mengatakan dirinya sudah cukup lama berjualan di eks Galian C tersebut. Bahkan saat Gunung Agung erupsi, warung miliknya yang sebelumnya berada di sisi selatan harus dipindah ke utara karena akses jalan terputus. Dirinya juga sangat mengetahui kondisi warga yang bermukim di area tersebut.

Baca juga :  Deteksi Virus Corona, Pegawai Kejari Klungkung Jalani Ini

Menurutnya, mayoritas warga yang menempati gubuk-gubuk semi permanen tersebut berasal dari Lombok, NTB. Mereka adalah para buruh yang bekerja di lokasi timbunan pasir dan memilih menetap di lokasi tersebut. “Kira-kira ada puluhan orang tinggal di sana. Mereka kerja di timbunan pasir sebagai buruh, sudah lama juga tinggal di sana. Kalau proyek sudah jalan, kami tentu harus pindah karena kami hanya sewa di sini,” ujarnya pasrah. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini